Pemkab Kutai Kartanegara

Ancaman Harga Naik Jelang Ramadan, Kukar Siapkan Strategi Redam Gejolak Pasar

lihat foto
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
“Kalau kita bicara bapok, tidak serta-merta hanya melihat kondisi di daerah kita saja. Misalnya saat gelombang laut tinggi, distribusi bawang dari luar daerah bisa terganggu dan otomatis harganya meningkat,” jelasnya.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada pasokan luar daerah masih menjadi tantangan utama.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong strategi jangka panjang: memperkuat produksi lokal.

Melalui skema Koperasi Merah Putih dengan pendekatan new economic progressive, Pemkab Kukar ingin membangun kemandirian komoditas tertentu agar tidak terus bergantung pada distribusi eksternal.

“Harapan kita, kebutuhan bapok masyarakat Kukar ke depan bisa diproduksi di daerah sendiri, terutama komoditas yang secara potensi memang bisa kita kembangkan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan TPID Kukar memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas harga. Bahkan, tim tersebut pernah mencatat prestasi sebagai yang terbaik di Pulau Kalimantan.

“Kita memiliki tim pengendali inflasi yang solid. Bahkan, TPID Kukar sempat menjadi yang terbaik di Kalimantan, dan strategi tersebut akan terus kita jalankan,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar