BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai kasus bunuh diri siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai cambuk agar pemerintah dan masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Anak tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.
Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan kejadian ini mengingatkan semua pihak untuk lebih peka serta membuka diri agar mudah dimintai pertolongan oleh siapa pun yang membutuhkan. Ia juga meminta pemerintah dan masyarakat bersama-sama menelusuri akar persoalan frustrasi sosial yang masih terjadi, khususnya di kelompok masyarakat rentan.
Sebelumnya, warga menemukan siswa tersebut meninggal dunia di Kabupaten Ngada dengan meninggalkan sepucuk surat perpisahan untuk ibunya. Dalam surat itu, korban menyampaikan pesan agar sang ibu tidak bersedih dan merelakan kepergiannya.
Korban tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anak, termasuk korban. (*)





