Pemkab Kukar Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Lewat Program Stimulus Komunitas

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Sekda Kukar, Sunggono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Sekda Kukar, Sunggono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
banner 300×250

BorneoFlash.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui Program Stimulus Komunitas Kreatif.

 

Program ini memberikan bantuan hingga Rp100 juta bagi komunitas kreatif yang lolos kurasi, sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang produktif dan mandiri.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan program stimulus tersebut ditujukan untuk memberikan ruang tumbuh bagi insan kreatif yang tersebar di 20 kecamatan, sekaligus memperkuat kolaborasi antar komunitas.

 

“Sejak 2025, Pemkab Kukar secara bertahap membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui pemberian stimulus kepada komunitas yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang,” ujarnya.

 

Selain dukungan pendanaan, Pemkab Kukar juga mengoptimalkan fasilitas gedung ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan secara gratis.

 

Fasilitas tersebut digunakan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, peningkatan keterampilan, fasilitasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga penguatan jejaring kemitraan.

 

Program ini merupakan bagian dari Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang berfokus pada penguatan ekonomi daerah, pariwisata, serta transformasi ekonomi berkelanjutan dari sektor berbasis pertambangan.

 

Sunggono menyebutkan, berdasarkan data hingga November 2025, jumlah UMKM di Kukar tercatat mencapai 40.431 unit yang tersebar di seluruh kecamatan dan bergerak di berbagai sektor usaha.

 

“Penguatan ekonomi kreatif dan UMKM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah sektor usaha non-ekstraktif,” jelasnya.

 

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkab Kukar juga menjalankan program inkubasi bisnis melalui Klinik UMKM di setiap kecamatan yang mencakup pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.