Pemkot Balikpapan

Wawali Balikpapan Serahkan SK Kepada 21 ASN Purnatugas, Pensiun Bukan Berhenti Berkarya

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat penyerahan SK purnatugas kepada 21 ASN Pemkot Balikpapan, yang berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Senin (19/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat penyerahan SK purnatugas kepada 21 ASN Pemkot Balikpapan, yang berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Senin (19/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
“Saya lihat mereka masih sehat dan produktif. Masih punya ruang untuk berkarya, berbagi pengalaman, bahkan berwirausaha agar tetap aktif dan mandiri secara ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, purnatugasnya 21 ASN yang sebagian besar berasal dari sektor pendidikan menjadi perhatian serius Pemkot Balikpapan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan publik. Untuk mengisi kekosongan, Pemkot telah menyiapkan sistem rekrutmen melalui skema PJLP, khususnya untuk tenaga pendidik.

Sementara untuk jabatan struktural di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Balikpapan telah memulai proses asesmen guna menentukan pengisian jabatan yang tepat. Seluruh proses tersebut dilakukan sesuai mekanisme dan menjadi kewenangan Wali Kota.

“Regenerasi harus berjalan. Yang purnatugas kami lepas dengan penghargaan, yang akan mengisi kami siapkan dengan sistem dan proses yang profesional,” jelas Bagus.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat penyerahan SK purnatugas kepada 21 ASN Pemkot Balikpapan, yang berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Senin (19/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat penyerahan SK purnatugas kepada 21 ASN Pemkot Balikpapan, yang berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Senin (19/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia juga berpesan agar para ASN purnatugas tetap aktif secara fisik dan intelektual. Menurutnya, terus bergerak dan berpikir adalah kunci menjaga kesehatan dan kebahagiaan di masa pensiun.

“Kalau sehat, harus tetap bergerak dan berpikir. Jangan berhenti, supaya tetap bermanfaat dan tidak mudah sakit,” tutupnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar