Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam mendorong hilirisasi industri dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.
“Pembangunan ini bukan hanya soal kilang, tetapi tentang masa depan. Tentang memastikan anak cucu kita memiliki energi yang cukup, bersih, dan terjangkau,” katanya.
Dari sisi daerah, kehadiran RDMP Balikpapan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Proyek ini mendorong peningkatan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkokoh posisi Balikpapan sebagai penyangga utama sektor energi dan industri migas nasional.
Pemerintah pun berharap keberhasilan RDMP Balikpapan dapat menjadi model pengembangan industri energi terintegrasi di wilayah lain.
Peresmian RDMP Balikpapan turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan PT Pertamina (Persero), serta pemangku kepentingan sektor energi nasional. Hadir di antaranya Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Kaltim dalam agenda ini juga menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap peran strategis daerah dalam pembangunan nasional.
Selain meresmikan RDMP, Presiden meninjau fasilitas pendukung serta berdialog langsung dengan pekerja dan pemangku kepentingan, menandai komitmen pemerintah terhadap pembangunan energi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





