“ASN Kemenag memiliki peran penting untuk menghadirkan konten keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ruang digital harus diisi dengan pesan yang mencerahkan, bukan memecah belah,” tegasnya.
Selain upacara peringatan, rangkaian HAB ke-80 juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Ketua Panitia HAB ke-80 Kemenag Kota Balikpapan, Abdul Hamid, menyebutkan bahwa panitia sengaja merancang peringatan ini agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan internal pegawai.
“Kami tidak hanya melaksanakan upacara, tetapi juga memberikan penghargaan Satyalancana kepada pegawai berprestasi. Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan, donor darah, dan terapi bekam yang terbuka bagi peserta,” jelas Abdul Hamid.
Ia berharap, rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial, sejalan dengan semangat pengabdian yang menjadi Roh Hari Amal Bakti.
Peringatan HAB ke-80 turut dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari ASN Kemenag, tokoh lintas agama, pelajar madrasah, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas pemuda lintas iman.
Acara ditutup dengan doa bersama lintas agama dan ikrar menjaga Balikpapan sebagai kota yang aman, inklusif, dan harmonis.
Momentum HAB tahun ini menegaskan bahwa keberagaman di Balikpapan bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan sosial yang terus dirawat baik di ruang ibadah, ruang publik, maupun ruang digital menuju kota global yang nyaman untuk semua.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar