Seminar kesehatan kali ini menghadirkan dr. Tiara Cintya Destinahayun dari Klinik PHSS sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, dr. Tiara menekankan bahwa ibu memiliki peran sentral sebagai penjaga kesehatan keluarga. Mulai dari pengaturan pola makan, pencegahan penyakit, hingga menjaga kesehatan mental anggota keluarga.
Ia memaparkan sejumlah penyakit yang paling banyak ditemui di wilayah kerja Puskesmas Badak Baru, seperti ISPA, diabetes, gangguan pencernaan, hingga penyakit kulit yang menyerang hampir 10 persen warga, hingga hipertensi yang dialami satu di antara 12 warga.
Para peserta juga dibekali langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dari lingkungan keluarga. Materi dilanjutkan dengan pembahasan kesehatan perempuan, termasuk pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui IVA atau pap smear, vaksinasi HPV, serta deteksi kanker payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi interaktif yang berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan diajukan terkait kesehatan kulit, gangguan metabolik, hingga kesehatan reproduksi. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga menggelar kuis yang dikemas secara edukatif dan menghibur.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Ketua PKK Kecamatan Muara Badak, Valeria Irene Enny Arpan, maupun para peserta lainnya. Veleria mengatakan, seminar ini menjawab keresahan ibu-ibu terkait berbagai isu kesehatan yang dihadapi sehari-hari. Sedangkan pimpinan Puskesmas Badak Baru, drg. Eka Rury, menilai seminar ini sangat membantu edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
Ia juga berharap cakupan kegiatan serupa dapat diperluas hingga tingkat RT dan kelompok masyarakat lainnya. Sementara perwakilan dari UMK binaan PHSS, Siska dari WTNPS, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mewujudkan pola hidup sehat dalam keluarga. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar