Patung Superhero di Pasar Tangga Arung Tuai Protes: Warga Tanya, di Mana Identitas Kutai?

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Patung superhero di Pasar Tangga Arung yang menuai sorotan warga. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Patung superhero di Pasar Tangga Arung yang menuai sorotan warga. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Kontroversi tengah menghangat di Tenggarong setelah warga menyoroti ornamen taman Pasar Semi Modern Tangga Arung yang baru saja ditata ulang. 

 

Bukan soal fasilitas pasar, melainkan patung-patung superhero yang berdiri mencolok di kawasan tersebut mulai dari Gatotkaca, Iron Man, hingga Gundam.

 

Kehadiran tokoh-tokoh itu dinilai sebagian warga tidak sejalan dengan identitas budaya Kutai Kartanegara (Kukar)

 

Banyak yang menganggap penataan taman pasar justru menjauh dari akar sejarah daerah, mengingat Kukar memiliki tokoh lokal seperti Ayus dalam Legenda Sang Perkasa maupun Awang Long Senopati yang lebih relevan dijadikan simbol kawasan.

 

Polemik ini akhirnya ditanggapi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kukar, Sayid Fathullah. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam penentuan konsep taman maupun pemilihan patung-patung tersebut. Disperindag, kata Sayid, hanya menerima hasil jadi dari pembangunan pasar.

 

“Terkait taman pasar dan adanya hiasan patung-patung superhero, kami tidak mengetahui karena itu bukan bagian dari tugas kami. Kami hanya penerima manfaat dari pembangunan pasar semi modern tersebut,” ungkap Sayid, pada Jumat (12/12/2025).

 

Ia menilai reaksi publik wajar. Menurutnya, pandangan masyarakat bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang.

 

“Kalau dilihat dari sudut pandang anak-anak, tentu mereka akan senang melihat tokoh superhero itu. Namun jika dipandang dari perspektif pelaku budaya, tentu tidak ada relevansinya, karena nama Pasar Tangga Arung tetapi ornamen yang dipasang tidak mencerminkan kearifan lokal,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, dinamika pendapat yang muncul menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah untuk penataan ruang publik ke depan. Baginya, setiap ruang publik yang membawa identitas daerah harus memuat unsur budaya yang tepat agar tidak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

Baca Juga :  Sinergi untuk Pilkada Damai: Talk Show di Balikpapan Hadirkan Pesan Kebersamaan

 

Hingga kini, patung-patung tersebut masih terpasang di area taman pasar dan terus menjadi bahan diskusi warga yang mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menjaga identitas lokal melalui pembangunan fasilitas publik.

 

“Semoga kondusifitas daerah tetap terjaga dan semua pihak bisa menyikapi ini dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan,” tutup Sayid.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.