“Kenaikan cabai dan bawang merah dipicu oleh hujan dan banjir di daerah produksi. Stok terbatas sementara permintaan banyak, sehingga harga otomatis naik,” terangnya.
Meski demikian, Wakil Wali Kota menilai gejolak harga masih dalam batas wajar.
Mayoritas komoditas tetap stabil dan tidak ada indikasi kelangkaan yang mengganggu pasokan secara luas.
“Hanya satu atau dua komoditas yang mengalami kenaikan, itu masih wajar. Secara keseluruhan, kebutuhan pokok di Samarinda tetap aman,” tuturnya.
Pemantauan terhadap beras menunjukkan kondisi terkendali.
Stok dan harga beras dinilai aman hingga akhir tahun, demikian juga dengan elpiji 3 kilogram.
“Untuk beras, stok aman dan harga stabil. Gas 3 kilogram juga cukup tersedia; hanya ada keterlambatan distribusi di beberapa titik, tetapi tidak sampai habis,” jelas Saefuddin.
Pemkot Samarinda menyiapkan langkah operasi pasar jika diperlukan, terutama apabila harga komoditas tertentu tidak menurun dalam beberapa hari ke depan.
“Jika diperlukan, operasi pasar akan kami lakukan untuk menstabilkan harga,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar