“Di PHI, kami meyakini pendidikan sebagai salah satu fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, seperti Dayang, penerima BSBK berasal dari sejumlah wilayah ring 1 operasi hulu migas perusahaan di Kalimantan Timur, seperti Muara Badak, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Anggana, dan Sanga-Sanga. Selain itu, penerima beasiswa berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara, serta dari Murung Pudak, Kalimantan Selatan. Sekolah Dayang di Marangkayu hanya berjarak sekitar lima kilometer dari Terminal Santan, sebuah fasilitas operasi hulu migas yang dioperasikan oleh salah satu anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Kalimantan.
Saat ini para penerima beasiswa mulai menempuh kuliah pada semester pertama di Universitas Borneo Tarakan, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Lambung Mangkurat.
Program BSBK 2025 merupakan penyelenggaraan yang kedua. Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Pertamina Foundation, dengan dukungan penuh dari anak-anak perusahaan PHI, yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Acara inaugurasi berlangsung di Balikpapan pada 17 November 2025, yang dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Armin mewakili Gubernur Kaltim, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara Ahyani Fadianur Diani, Direktur Utama PHI Sunaryanto, Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Manager Umum dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi Lely M.W. Sondakh, serta jajaran manajemen SKK Migas Perwakilan Kalsul dan PHI.
Dony meyakini bahwa terbukanya akses pendidikan tinggi akan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki wawasan luas untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Program BSBK sejalan dengan kebijakan pemerintah dan upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, terutama tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan 10 tentang pengurangan kesenjangan, serta tujuan 13 mengenai penanganan perubahan iklim,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar