Rudi juga menyoroti kendala utama PBI Kutim, yaitu belum tersedianya venue latihan. Ia menyambut baik inisiatif Ketua Harian PBI, Ramadhani, yang berkomitmen mewujudkan pembangunan venue bowling di Kutim.
Sambil menunggu venue terealisasi, Rudi menyarankan PBI melakukan pembinaan sementara dengan memanfaatkan mahasiswa asal Kutim yang tinggal di Samarinda, Balikpapan, dan Bontang daerah yang telah memiliki fasilitas bowling.
Usai dilantik, Ketua Umum PBI Kutim, Marannu, mengakui bahwa ketiadaan sarana latihan menjadi hambatan terbesar bagi perkembangan bowling di Kutim.
“Kecil harapan kita mengejar kalau kita tidak punya lapangan. Dengan keadaan yang sulit ini, saya berpikir bagaimana caranya Kutim bisa punya event, itu sangat berat,” ungkapnya.
Namun, rasa optimisme muncul setelah adanya kesepahaman dengan Ketua Harian Ramadhani. “Alhamdulillah, dayung bersambut. Insyaallah Kanda Ramadhani akan membuka venue di Kabupaten Kutim tahun depan,” ujarnya.
Marannu yakin, keberadaan venue sendiri akan membuka peluang besar untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap bowling sekaligus meningkatkan kualitas atlet Bowling Kutim. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar