Lebih jauh mantan Kadis Disnakertrans ini menyebut, Workshop ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi, prosedur dan standar pelaksanaan pemutakhiran data sesuai kebijakan nasional, seluruh peserta, termasuk operator desa, pendamping sosial, TKSK dan Dinas Sosial dapat membangun komitmen dan kolaborasi berkelanjutan.
“Diharapkan setelah kegiatan ini, akan terbentuk rencana aksi desa dalam pemutakhiran DTSEN yang terkoordinasi dan berkesinambungan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito menjelaskan, workshop yang diikuti Workshop yang diikuti seluruh perangkat desa dari 18 Kecamatan dan akan selama dua hari ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas operator desa agar memahami alur, standar dan mekanisme pemutakhiran DTSEN melalui SIKS-NG.
Selain itu, juga mendorong penggunaan aplikasi Sistem Informasi Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial (SIPMAS) sebagai data daerah yang terintegrasi, yang berguna untuk memetakan kasus sosial, kebutuhan masyarakat dan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar program tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa data yang baik adalah data yang dapat dipertanggungjawabkan dan mutakhir. Sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur,” jelasnya. (*/kutaitimurkab.go.id)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar