BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya menjadikan sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, kuliner, dan animasi sebagai motor penggerak ekonomi baru kota.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo saat membuka Festival Film Balikpapan 2025, sebuah ajang apresiasi tahunan bagi sineas muda dan pelaku kreatif di kota ini.
Dalam sambutannya, Bagus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.
Ia menegaskan bahwa festival film bukan hanya kompetisi, tetapi wahana memperkuat identitas kota melalui karya visual.
“Festival Film Balikpapan adalah ruang apresiasi. Ajang ini milik kita semua untuk mengangkat citra kota melalui medium film yang kuat dan menyentuh,” ujarnya, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Sabtu Malam (22/11/2025).
Bagus menegaskan bahwa pemerintah kota menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai prioritas pembangunan, sejalan dengan posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kebutuhan konten digital, film, kuliner lokal, dan layanan kreatif diprediksi meningkat seiring bertumbuhnya aktivitas pemerintahan dan wisata di kawasan tersebut.
“IKN membuka permintaan baru. Produksi film, konten animasi, kuliner lokal, hingga layanan kreatif digital akan menjadi kebutuhan strategis. Karena itu persiapan SDM sejak dini sangat penting,” tegasnya.
Pemerintah kota berkomitmen memfasilitasi percepatan pembangunan ekosistem kreatif, mulai dari pelatihan hingga program yang langsung menjangkau pelaku industri di lapangan.
Wakil wali kota menilai geliat perfilman lokal di Balikpapan kini jauh lebih matang. Bukan lagi sekadar semangat komunitas, tetapi mengarah menjadi industri kreatif yang mandiri, kolaboratif, dan berbasis budaya lokal.
Ia menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem tersebut.
“Perlu kolaborasi antara komunitas kreatif, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha. Dengan itu, sineas kita bisa bersaing secara profesional, bahkan menarik investor agar produk kreatif Balikpapan bisa menembus pasar nasional dan internasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pelaku kreatif kini tidak hanya berperan memproduksi film, tetapi juga menyusun strategi advokasi kebijakan, membangun jaringan pendanaan, hingga distribusi. Pemerintah kota, tegasnya, siap membuka ruang diskusi terbuka dengan komunitas film untuk mendukung langkah tersebut.
Festival Film Balikpapan 2025 juga akan menampilkan malam penganugerahan sejumlah kategori yang erat dengan karakter kota, antara lain Manuntung Culture Award; Sun Bear Award; Kelubut Award untuk generasi muda; Mahligai Award; Matilda Award dan Community Choice Award.
Menurut Bagus, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada sineas lokal, yang telah berkontribusi memajukan dunia perfilman Balikpapan.
Menutup sambutannya, Bagus berharap festival ini mampu menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda kreatif yang ingin berkarya dan berbicara lebih jauh.
“Saya berharap semakin banyak sineas muda yang berani bereksplorasi, menggali kearifan lokal, dan menyuarakan isu penting tentang kota kita. Film-film Anda adalah duta terbaik Balikpapan di kancah nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Festival Film Balikpapan 2025 pun tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kreatif sebagai masa depan ekonomi kota.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar