Pemkab Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pelayanan Publik

lihat foto
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski tahun ini harus melakukan efisiensi anggaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menegaskan langkah penyesuaian tersebut dilakukan dengan hati-hati agar tidak berdampak pada kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

“Selama hampir seminggu kami fokus melakukan rasionalisasi kegiatan. Dari Rp9 miliar menjadi Rp6,3 miliar. Tapi yang penting, kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya, pada Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, penyesuaian itu juga mempengaruhi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang kini disesuaikan dengan batas maksimal belanja pegawai.

Namun, menurutnya, rasio belanja pegawai terhadap total belanja daerah masih dalam posisi aman, yakni di atas 30 persen.

“TPP kita memang relatif tinggi dibanding daerah lain, tapi sejak empat bulan lalu sudah kami sesuaikan agar tidak melampaui batas maksimal,” jelasnya.


Selain fokus pada efisiensi, Pemkab Kukar juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Sunggono menyebut, berbagai upaya kreatif tengah disiapkan untuk memastikan program pengentasan kerentanan pangan tetap berjalan.

“Pak Bupati bersama tim sudah sepakat, tahun depan kita akan membangun lebih dari 50 kandang ayam. Ini salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi kenaikan inflasi,” terangnya.

Ia juga menyoroti peran Satuan Tugas (Satgas) Millennium Development Goals (MDG) yang telah berkontribusi dalam penyediaan pangan bergizi, terutama untuk anak sekolah.

“Dari program MDK setiap hari ada menu tempe dan sayur. Ke depan, bahan pangan lokal seperti ikan patin bisa kita kembangkan jadi produk olahan bergizi untuk anak sekolah,” ujarnya.

Sunggono berharap desa-desa di Kukar dapat terus menumbuhkan kegiatan produktif yang mendukung program pemerintah, terutama dalam penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

“Kita ingin setiap desa punya strategi sendiri untuk memastikan ada kegiatan produktif yang sejalan dengan program MDG,” tutupnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar