BorneoFlash.com, SAMARINDA – Munculnya daftar susunan Tim Transisi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas memicu beragam tanggapan, terutama dari kalangan legislatif.
Tim yang disebut-sebut dibentuk untuk membantu Gubernur Kalimantan Timur dalam merumuskan arah pembangunan daerah ini dinilai tidak transparan sejak awal pembentukannya.
Dalam struktur yang beredar, tim tersebut berada di bawah koordinasi langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim sebagai pelindung, dengan nama-nama penasihat yang cukup mencolok seperti Sudirman Said, Bambang Widjojanto, dan Irfan Wahid.
Posisi Ketua Tim dipegang oleh mantan Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati, sementara jabatan Wakil Ketua II diisi oleh Hijrah Mas’ud, adik kandung Gubernur.
Komposisi ini menimbulkan sorotan karena dinilai terlalu beririsan dengan lingkar kekuasaan eksekutif.
Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali belum menerima penjelasan resmi mengenai pembentukan tim tersebut.
Ia menilai proses pembentukan yang tidak melibatkan DPRD menunjukkan kurangnya koordinasi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
“Sejauh ini, kami di DPRD tidak pernah membahas ataupun mendapatkan pemberitahuan resmi terkait keberadaan tim itu. Informasi yang kami peroleh justru berasal dari pemberitaan media,” ujarnya.
Demmu menegaskan, pembentukan tim dengan fungsi strategis semestinya dikomunikasikan lebih dulu kepada DPRD agar mekanisme pengawasan dan sinergi antarinstansi tetap berjalan baik.
Ia juga mempertanyakan urgensi keberadaan tim transisi tersebut.
Menurutnya, pemerintahan saat ini masih dalam tahap awal dan telah memiliki perangkat yang lengkap, mulai dari asisten hingga staf ahli gubernur.
“Biasanya, tim transisi dibentuk ketika terjadi pergantian pemerintahan. Namun dalam kondisi sekarang, pemerintah sudah berjalan aktif dan memiliki struktur yang fungsional,” tuturnya.
Selain itu, legislator dari Fraksi PAN tersebut juga menyoroti susunan tim yang dinilai terlalu besar serta banyak diisi oleh tokoh dari luar daerah.
Ia menilai hal itu kurang tepat mengingat Kalimantan Timur memiliki banyak sumber daya manusia lokal yang berkompeten.
“Kaltim tidak kekurangan figur berkualitas. Banyak putra daerah yang memahami kondisi dan kebutuhan wilayah, sehingga sebaiknya mereka yang lebih diberdayakan,” ucapnya.
Tak hanya soal komposisi, Demmu juga menyinggung potensi dampak anggaran dari keberadaan tim tersebut.
Ia menilai setiap pembentukan struktur baru harus disertai kejelasan sumber pembiayaan agar tidak menambah beban keuangan daerah yang saat ini tengah terbatas.
Terkait langkah selanjutnya, Demmu tidak menutup kemungkinan DPRD akan memanggil Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan penjelasan resmi. Ia berharap koordinasi dapat diperkuat agar setiap kebijakan strategis tidak lagi diambil secara sepihak.
“Keputusan penting sebaiknya dibicarakan bersama. Dengan begitu, tidak muncul kesan bahwa pemerintah bertindak sendiri tanpa melibatkan pihak lain,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia mengimbau agar Gubernur meninjau kembali keberadaan Tim Transisi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas dan lebih memprioritaskan penguatan struktur pemerintahan yang sudah ada.
“Menurut saya, langkah yang lebih tepat adalah memperkuat perangkat resmi yang telah bekerja dan memberi ruang lebih besar kepada sumber daya lokal yang memahami kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar