Kapasitas kilang sempat turun dari 200 MB menjadi 170 MB di unit CDU4 dan dari 60 MB menjadi 50 MB di unit CDU5. Kini semuanya kembali stabil.
Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, tidak terganggu akibat gempa. “Kami sudah koordinasi dengan Pertamina Group. Stok BBM aman, distribusi tetap berjalan lancar,” tegas Novie.
Kegiatan Emergency Drill ini bukan sekadar latihan rutin. Pertamina ingin memastikan seluruh personel siap menghadapi kejadian darurat sesungguhnya. “Simulasi ini adalah bagian dari budaya keselamatan kami. Tujuannya agar setiap pekerja tangguh menghadapi bencana, bukan panik, tapi sigap,” kata Novie.
Selain fokus pada keselamatan internal, Pertamina juga berkomitmen memberikan bantuan kepada warga di sekitar apartemen pekerja dan kawasan Kampung Baru Ilir yang ikut terdampak guncangan dalam simulasi tersebut.
Kilang RU V Balikpapan diketahui memiliki desain struktur tahan gempa hingga skala 7 SR. Artinya, jika bencana benar-benar terjadi, fasilitas vital negara ini siap bertahan. “Gempa 6,5 SR tadi menjadi bukti ketangguhan struktur kilang kami. Tidak ada kerusakan besar, semua sistem berfungsi dengan baik,” pungkas Novie.
Pertamina juga memastikan pemeriksaan menyeluruh terus dilakukan untuk memastikan seluruh unit beroperasi sempurna. “Kami optimis dalam satu hingga dua hari ke depan, kilang kembali ke kapasitas penuh,” tambahnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar