“Keberhasilan penerapan teknologi PRV bukan hanya tentang efisiensi teknis, tetapi juga bagian dari upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan penyediaan energi, berupa migas dari lapangan PEP Bunyu di Kalimantan Utara. Setiap tetes minyak yang berhasil dipertahankan produksinya adalah kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” imbuhnya.
Assistant Manager WLI Nendra Mulia Razak menyatakan bahwa teknologi PRV memungkinkan pemasangan pengganti casing valve secara presisi tanpa perlu menghentikan produksi sumur.
Sementara itu, Senior Supervisor WLI Evan Sapputro menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), khususnya pada pilar “Operational Excellence & Innovation” yang menekankan pemanfaatan teknologi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan dalam kegiatan operasional hulu migas.
“Kami percaya bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi, tapi keberanian untuk berubah dan memperbaiki,” tambah Evan Sapputro.
Melalui inovasi ini, PEP Bunyu Field menunjukkan bahwa tantangan operasional dapat dijawab dengan solusi yang adaptif dan berbasis kompetensi sehingga dapat mendukung keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting bagi penyediaan dan ketahanan energi Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar