Pembukaan kongres ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional dan daerah, di antaranya Kepala Otorita IKN, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Wakil Wali Kota Makassar, serta perwakilan dari DPD Sulawesi Utara.
Lebih dari sekadar forum seremonial, pembukaan CID ke-8 ini menjadi simbol tekad kolektif bahwa masa depan Indonesia dibangun melalui kolaborasi antara kekuatan domestik dan jaringan global.
Dengan memilih IKN sebagai Lokasi kongres, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa Nusantara bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga titik temu visi global, jejaring diaspora, dan kolaborasi lintas negara.
IKN diharapkan menjadi kota masa depan yang inklusif, tangguh, dan terbuka untuk semua, dan peran diaspora menjadi sangat penting dalam memperkenalkannya ke dunia serta mengawal perkembangannya sebagai ikon peradaban Indonesia. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar