Pemkot Samarinda

Pasar Pagi Samarinda Disulap Jadi Pusat Niaga Modern, Progres Capai 70 Persen

lihat foto
Pemerintah Kota Samarinda meninjau perkembangan proyek revitalisasi Pasar Pagi, pada Jumat (25/7/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Pemerintah Kota Samarinda meninjau perkembangan proyek revitalisasi Pasar Pagi, pada Jumat (25/7/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam memperbarui wajah Pasar Pagi kian menunjukkan hasil nyata.

Pembangunan pasar yang berada di tepian Sungai Mahakam tersebut kini telah mencapai 70 persen progres, menandakan komitmen serius Pemkot untuk mewujudkan pusat perdagangan yang lebih modern dan representatif.

Pasar Pagi Samarinda disulap menjadi pusat niaga modern melalui proyek revitalisasi besar-besaran yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan.

Bangunan baru ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang publik yang menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus rekreasi bagi warga.

Pada Jumat (25/7/2025), Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri kembali turun langsung ke lokasi untuk memastikan jalannya revitalisasi sesuai rencana.

Kunjungan ini turut diikuti jajaran dari Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Dinas PUPR, serta Asisten II Setda Kota Samarinda.

Proyek ini tidak hanya ditujukan sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga dirancang untuk memiliki nilai sosial dan estetika.

Menurut Wali Kota, pembangunan pasar ini mengusung konsep multifungsi yang tidak hanya melayani kebutuhan jual beli, melainkan juga memperhatikan aspek kenyamanan, lingkungan, dan estetika kota.

“Sebagian besar elemen bangunan utama telah terpasang, termasuk kios dalam berbagai ukuran. Tata ruang dirancang agar sirkulasi pengunjung tetap lancar dan efisien,”ujar Andi Harun seusai peninjauan.

Pasar Pagi hasil revitalisasi akan memiliki tujuh lantai aktif, tidak termasuk area parkir.

Tersedia sekitar 2.588 unit kios dan ruko, dengan dukungan area parkir yang mampu menampung hingga 709 kendaraan roda dua dan 105 mobil.

Aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam desain bangunan.


Tidak menggunakan sistem pendingin udara (AC), gedung ini mengandalkan ventilasi silang dan bukaan alami untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Langkah ini dinilai lebih hemat energi sekaligus ramah lingkungan.

“Kami berupaya menghadirkan ruang yang efisien secara energi namun tetap memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan pedagang. Penggunaan bukaan alami kami nilai lebih bijak dibandingkan pemasangan AC di seluruh area,”jelasnya.

Pemkot juga memastikan fasilitas pelengkap dibangun secara maksimal.

Di antaranya dua unit lift dan 20 unit eskalator yang sedang dalam proses pemasangan.

Setiap lantai nantinya akan dilengkapi empat toilet umum, serta jaringan instalasi listrik dan air bersih yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Andi Harun menekankan bahwa konsep Pasar Pagi yang baru bukan hanya tempat bertransaksi, melainkan juga menjadi ruang sosial dan destinasi rekreasi bagi warga.

Dengan posisi strategis di tepi sungai, lantai atas pasar dirancang agar pengunjung bisa menikmati panorama Mahakam.

“Kami ingin menjaga esensi pasar tradisional yang penuh interaksi antara pedagang dan pembeli, sembari memberikan pengalaman baru bagi masyarakat. Pasar ini juga diharapkan menjadi tempat bersantai dan menikmati keindahan Samarinda,”tuturnya.

Jika semua berjalan sesuai jadwal, Pemkot menargetkan penyelesaian proyek pada akhir September 2025.

Revitalisasi ini digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik bagi masyarakat Samarinda. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar