Berita Nasional Terkini

Sri Mulyani Ingatkan Risiko Dominasi Danantara dalam Investasi

lihat foto
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan pada Rapat Kerja pembahasan asumsi dasar ekonomi makro APBN Tahun 2026 bersama Komisi XI DPR RI. Foto: ANTARA/HO-Kemenkeu/Biro KLI/Zalfa' Dhiaulhaq/aa.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan pada Rapat Kerja pembahasan asumsi dasar ekonomi makro APBN Tahun 2026 bersama Komisi XI DPR RI. Foto: ANTARA/HO-Kemenkeu/Biro KLI/Zalfa' Dhiaulhaq/aa.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri

Keuangan

Sri

Mulyani

Indrawati

menegaskan

peran

penting

BPI

Danantara

sebagai

penggerak

investasi

nasional

.

Ia

mengingatkan

bahwa

dominasi

Danantara

tanpa

partisipasi

swasta

dapat

memicu

crowding out

atau

tergesernya

investasi

swasta

.

Danantara

itu

lembaga

negara.

Kalau

dominan

tapi

tidak

menarik

investasi

swasta

,

akan

terjadi

crowding out,”

ujar

Sri Mulyani

dalam

rapat

dengan

Komisi

XI DPR, Rabu

malam

(4/7/2025).

Ia

menilai

Danantara

bisa

mendorong

pertumbuhan

jika

berhasil

melibatkan

swasta

.

Untuk

mencegah

efek

negatif

, Kementerian

Keuangan

terus

menjalin

komunikasi

dengan

manajemen

Danantara

.

Sri

Mulyani

juga

menyampaikan

bahwa

Kemenkeu

telah

menemukan

sumber

penerimaan

baru

untuk

menggantikan

dividen

BUMN

sebesar

Rp80

triliun

yang

kini

dialihkan

ke

Danantara

.Ia

menyebut

langkah

mitigasi

ini

bisa

memangkas

potensi

kehilangan

menjadi

Rp40

triliun

.

“Kami

mencari

tambahan

penerimaan

PNBP

sebesar

Rp40

triliun

agar

tekanan

tidak

terlalu

besar

,”

jelasnya

.

Ia

memperkirakan

penerimaan

PNBP

tahun

ini

mencapai

Rp477,2

triliun

,

sedikit

di

bawah

target Rp513,6

triliun

. “

Kekurangannya

akibat

dividen

BUMN yang

sudah

kami

serahkan

ke

Danantara

,”

tutup

Sri

Mulyani

. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar