Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, turut menjelaskan pencapaian program ini dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dan pemberdayaan masyarakat.
“Program ini selama perjalanannya telah berhasil mengurangi emisi sebesar 0,15172 ton CO₂ eq per tahunnya, mengolah 100 kilogram sampah plastik untuk digunakan kembali sebagai media tanam, dan memberikan manfaat langsung kepada 25 orang,” ujarnya.
Selain itu, PROLEKTA juga telah menghasilkan lima varian madu kelulut kemasan, sembilan produk turunan madu, serta menarik rata-rata 1.400 wisatawan per tahun.
Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, PROLEKTA tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani hutan, tetapi juga berperan dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal.
Program ini telah menjadi bagian dari Smart Branding dalam konsep Smart City Kabupaten Kutai Timur, yang mengantarkan daerah ini meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada 2021.
Ke depan, PROLEKTA diharapkan terus berkembang sebagai model usaha mandiri yang berkelanjutan, menginspirasi inisiatif serupa di daerah lain, serta memperkuat komitmen terhadap ekowisata dan pemberdayaan masyarakat. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar