DLH Kota Balikpapan

DLH Balikpapan Siapkan Langkah Strategis Kelola Sampah Saat Ramadan

lihat foto
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan telah menyiapkan sejumlah langkah penting, untuk memastikan pengelolaan sampah tetap optimal selama bulan puasa.

Mengingat tingginya volume sampah, terutama di malam hari, DLH telah melakukan beberapa penyesuaian untuk memfasilitasi pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada penambahan armada atau personel, pihaknya memodifikasi jam operasional pengangkutan sampah.

"Pengangkutan sampah yang biasanya dimulai pukul 22:00 WITA, kini dimajukan menjadi pukul 21:00 WITA. Perubahan ini bertujuan memberi waktu bagi petugas untuk melaksanakan sahur sebelum melanjutkan tugas pengangkutan sampah," ujar Dirman, sapaan akrabnya.

Menurut Dirman, penyesuaian waktu pengangkutan ini sangat penting, mengingat selama Ramadan, sampah rumah tangga meningkat, terutama pada malam hari. Dengan adanya perubahan waktu, diharapkan sampah dapat terangkut tepat waktu dan tidak menumpuk, serta petugas tetap memiliki waktu untuk beristirahat.

Menyongsong lonjakan sampah yang diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Dirman mengungkapkan kekhawatirannya terkait peningkatan volume sampah yang bisa mencapai dua kali lipat.

"Prediksi kami, volume sampah bisa melonjak dari sekitar 400 ton per hari menjadi 700 hingga 800 ton per hari pada H-1 hingga dua hari setelah Lebaran," terangnya.


Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH akan memberlakukan jam lembur bagi petugas pengangkutan sampah, kebijakan yang telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud.

"Kami juga memberikan insentif tambahan kepada petugas dengan menaikkan tunjangan lembur dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000 per hari. Semoga langkah ini bisa memotivasi mereka," tambah Dirman.

Terkait pengelolaan sampah di pasar Ramadan, Dirman menegaskan bahwa pihaknya tidak menambah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) baru.

"Masyarakat Balikpapan memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga kebersihan. Oleh karena itu, tidak ada kebutuhan untuk menambah TPS di pasar Ramadan," ujarnya.

Namun, DLH tetap mengimbau agar masyarakat tetap membuang sampah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yakni antara pukul 18:00 WITA hingga 06:00 WITA, serta memastikan sampah dikemas dengan rapi agar tidak tercecer.

Dengan berbagai langkah yang telah dipersiapkan, DLH berharap kota Balikpapan tetap bersih dan nyaman selama bulan Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri, serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat bagi seluruh warga.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar