Sementara itu, Fariza Hanividya, Pejabat Fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya yang mewakili Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyambut positif kolaborasi pelatihan dengan Otorita IKN.
Fariza juga berharap agar peserta yang telah dilatih dapat melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi.
“Kemenparekraf menyambut baik kolaborasi ini dan diharapkan kerjasama dengan Otorita IKN bisa berlanjut ke jenjang sertifikasi kompetensi bagi pemandu ekowisata yang mengikuti pelatihan ini setelah mereka magang menjadi pemandu ekowisata di wilayah IKN,” kata Fariza.
Supriatna Amiputra, Komite Skema di Lembaga Sertifikasi Profesi Pramindo sekaligus salah satu narasumber pelatihan, setuju dengan hal tersebut dan menjelaskan bahwa profesi pemandu wisata saat ini telah memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) khusus untuk pemandu ekowisata.
"Pemandu wisata itu selain harus piawai dalam public speaking, kemudian piawai juga dalam mengorganisir sebuah tur, juga harus profesional, artinya bertanggung jawab terhadap lingkungan, terhadap keselamatan peserta, dan juga wajah Indonesia," ungkap Supriatna Amiputra.
Muhsin melanjutkan bahwa saat ini para pegawai Otorita IKN ditugaskan sebagai liaison officer (LO) secara bergiliran untuk memandu para pengunjung dari Rest Area hingga Plaza Seremoni.
“Dalam jangka pendek, para staf Otorita IKN yang kita ditugaskan untuk menjadi LO setidaknya sampai akhir Desember 2024 nanti dan diharapkan pada tahun depan para pemandu ekowisata yang sudah dilatih dapat bertugas sebagai pemandu ekowisata di IKN,” pungkasnya. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar