Lanjut Edo menjelaskan penilaian meliputi lima aspek yakni di bidang lalu lintas, bidang angkutan, bidang sarana transportasi darat, bidang prasarana transportasi darat dan bidang umum.
Menurutnya, penghargaan ini tidak lepas dari kinerja dalam bidang transportasi yang paling besar yakni adanya Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Balikpapan City Trans (BCT). Walaupun penyediaan terminal masih minim. Namun, penyediaan terminal sudah ada dalam rencana pembangunan di Kota Balikpapan.
Edo mengungkapkan bahwa ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti dibenahi di Kota Balikpapan, dalam hal tata cara berkendara terutama pengguna roda dua, pemanfaatan angkutan massal, sarana transportasi yang menghubungkan antar wilayah lingkungan. "Kita akan benahi secara bertahap hingga nantinya semua bisa terlaksana,” ucapnya.
Penghargaan WTN 2024 dilaksanakan setiap dua tahun. Tahun 2024, diikuti 108 pemerintah daerah kabupaten kota. Yang mana hasilnya 61 pemerintah daerah kabupaten kota dinilai memenuhi indikator kinerja paling baik, dalam penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan.
Selain Kota Balikpapan, WTN untuk kategori Kota besar juga diraih Kota Surakarta, Kota Banjarmasin, Kota Malang dan Kota Jambi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar