Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Mahulu Gelar Rapat Rencana Penataan Ruang, Bekerjasama dengan ITN Malang

lihat foto
Pemkab Mahulu Gelar Rapat Rencana Penataan Ruang yang difasilitasi oleh DInas PUPR dan bekerjasama dengan ITN malang membahas 4 agenda sekaligus, di Ruang Rapat Bappelitbangda pada Selasa, 30 Juli 2024. HO/Prokopim Mahulu
Pemkab Mahulu Gelar Rapat Rencana Penataan Ruang yang difasilitasi oleh DInas PUPR dan bekerjasama dengan ITN malang membahas 4 agenda sekaligus, di Ruang Rapat Bappelitbangda pada Selasa, 30 Juli 2024. HO/Prokopim Mahulu

BorneoFlash.com, Ujoh Bilang - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) resmi menggelar Rapat Rencana Penataan Ruang di Ruang Rapat Bappelitbangda.

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, mewakili Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh.

Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam perencanaan tata ruang Kabupaten Mahulu, yang melibatkan kerjasama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mahulu dengan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Agenda Rapat: Empat Fokus Utama dalam Penataan Ruang

Rapat Rencana Penataan Ruang kali ini membahas empat agenda utama yang menjadi fokus pengembangan dan perencanaan tata ruang Kabupaten Mahulu:

  1. Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pusat Pemerintahan

  2. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Sekitar Pusat Perkantoran

  3. Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana

  4. Tata Ruang Objek Wisata Mapping Tourism Geopark & Conservation

Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pusat Pemerintahan: Mewujudkan Lingkungan yang Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yohanes Avun menekankan pentingnya pengembangan Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di pusat pemerintahan. RTH memiliki peranan krusial dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

RTH berfungsi sebagai penyeimbang terhadap dampak negatif pembangunan fisik, seperti pencemaran udara dan peningkatan suhu.

Keberadaan RTH tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Pengembangan RTH yang optimal akan mempengaruhi estetika, sosial, dan fungsi ekologi, menjadikannya elemen vital dalam perencanaan tata ruang.

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Sekitar Pusat Perkantoran: Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Agenda kedua dalam rapat ini adalah membahas Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di kawasan sekitar pusat perkantoran, khususnya koridor rumah sakit. Mengingat peningkatan pelayanan kesehatan sebagai prioritas mendesak, rencana tata bangunan dan lingkungan yang holistic diperlukan untuk memastikan fasilitas kesehatan beroperasi dengan optimal.

Desain bangunan yang ramah lingkungan, aksesibilitas yang baik, dan integrasi dengan fasilitas pendukung lainnya menjadi fokus utama. Pengaturan tata ruang yang tepat akan meningkatkan kenyamanan pasien, efisiensi operasional rumah sakit, serta mendukung program kesehatan berkelanjutan di Kabupaten Mahulu.


Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana: Meminimalisir Risiko dan Dampak Bencana

Agenda ketiga adalah membahas tata ruang berbasis mitigasi bencana. Perencanaan tata ruang yang baik dapat membantu meminimalisir risiko bencana dan dampaknya terhadap penduduk serta infrastruktur. Dalam konteks Kabupaten Mahulu, dengan potensi bencana yang mungkin terjadi, perencanaan yang matang dan berbasis mitigasi sangat penting.

Tata Ruang Objek Wisata Mapping Tourism Geopark & Conservation: Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Agenda terakhir dalam rapat ini adalah tata ruang objek wisata, khususnya terkait dengan Mapping Tourism Geopark & Conservation. Kabupaten Mahulu memiliki potensi geopark yang luar biasa, dengan keragaman geologi, budaya, dan hayati yang tinggi. Pengembangan tata ruang geopark bertujuan tidak hanya untuk pelestarian alam tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

Pendekatan yang integratif dan partisipatif diperlukan dalam perencanaan tata ruang geopark. Melibatkan masyarakat setempat, ilmuwan, dan pemerintah daerah merupakan langkah penting untuk memastikan pengelolaan geopark berjalan dengan baik. Hal ini akan menjaga keaslian alam serta memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi untuk Perencanaan Tata Ruang yang Komprehensif

Wakil Bupati Yohanes Avun berharap agar perencanaan tata ruang yang meliputi RTH, koridor rumah sakit, mitigasi bencana, dan geopark dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara berbagai pihak. Pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mencapai perencanaan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Ini akan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mahulu.

Dengan fokus pada RTH, tata bangunan dan lingkungan, mitigasi bencana, dan pengembangan geopark, Kabupaten Mahulu berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakatnya. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat merupakan kunci untuk mencapai tujuan tersebut. (Prokopim/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar