Berita Kalimantan Timur

Diskusi Pendidikan, Hetifah: IKN Jadi Pemicu Daerah Mitra Ikut Majukan SDM 

lihat foto
Diskusi Pendidikan yang mengangkat tema IKN: tantangan dan harapan pendidikan yang berkualitas, di Ballroom Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Diskusi Pendidikan yang mengangkat tema IKN: tantangan dan harapan pendidikan yang berkualitas, di Ballroom Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berkonsekuensi terhadap dunia pendidikan khususnya kompetensi guru.

"Kita juga bersepakat bahwa pembangunan pendidikan di IKN itu tidak membuat IKN menjadi eksklusif, tetapi justru IKN itu menjadi pemicu agar daerah mitra lainnya juga ikut memajukan SDM nya," jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP saat Diskusi Pendidikan yang mengangkat tema IKN: tantangan dan harapan pendidikan yang berkualitas,di Ballroom Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024).

Diskusi pendidikan bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara, Drs Alimuddin, M.Si dan Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltim, Wiwik Setiawati, M.Pd menghasilkan aspirasi-aspirasi dari para tenaga pendidik di Kota Balikpapan. "Banyak aspirasi dari para guru," ucapnya.

Hetifah mengatakan bahwa inspirasi dari model pendidikan yang akan dikembangkan di IKN itu bisa diadopsi oleh daerah lain bukan hanya daerah Kaltim, tetapi juga daerah seluruh Indonesia.

"Kita ingin kemajuan IKN dapat dirasakan daerah lain di Kaltim. Tidak boleh maju sendiri, dia menjadi smart city tetapi daerah lain tidak. Jadi kita menegaskan kembali, jangan seperti itu," ungkapnya.

Hetifah menegaskan bahwa kemajuan pendidikan harus bisa dirasakan semua daerah bukan hanya di IKN saja.

"Jadi kita tidak terjadi disparitas tapi justru sebaliknya IKN maju bisa mengangkat daerah di Kaltim untuk maju juga. Jadi sebagai pemicu bukan justru IKN maju, daerah lain ketinggalan," terangnya.

Politisi Partai Golkar ini akan terus mengawal hal ini bukan hanya sekedar disampaikan saja. Apalagi nantinya akan ada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) baru.

"Bisa mengikuti apa yang sedang dirancang di IKN, begitu juga IKN harus melihat apa yang menjadi masalah di daerah seputaran IKN" Katanya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP saat memberikan sambutan pada Diskusi Pendidikan yang mengangkat tema IKN: tantangan dan harapan pendidikan yang berkualitas, di Ballroom Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP saat memberikan sambutan pada Diskusi Pendidikan yang mengangkat tema IKN: tantangan dan harapan pendidikan yang berkualitas, di Ballroom Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Hetifah mengakui bahwa tidak begitu khawatir terhadap dunia pendidikan di Balikpapan jika dibandingkan dengan daerah lain di Kaltim, karena dunia pendidikan di Balikpapan sudah maju.

"Itupun Balikpapan belum sepenuhnya bisa mengimbangi apa yang sedang direncanakan di IKN. IKN itu sangat luar biasa, meskipun sedang proses. Jadi jangan kaget nanti di IKN hebat banget, kita nanti ketinggalan. Kita harus dengerin apa konsepnya," ungkapnya.
Meskipun demikian, dirinya yakin Kota Balikpapan sangat diuntungkan, apapun yang dibutuhkan di IKN, orang Balikpapan yang mempunyai banyak peluang.

"Mereka juga membutuhkan guru yang berkompeten jangan sampai tidak diisi dengan apa yang sudah kita miliki di Kota Balikpapan. Jadi pendidik juga tau tujuan adanya IKN seperti apa," paparnya.

Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara di bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Alimuddin, M.Si menyampaikan diskusi ini untuk menyelaraskan dunia pendidikan di IKN dengan daerah mitra IKN.

"Mungkin proses pendidikan agak sedikit berbeda dengan saat ini, bukan dasarnya tetapi metode dan model pembelajaran yang berbeda. Pendidikan berpihak pada kebutuhan siswa, misalkan siswa itu suka soto banjar kasih soto banjar jadi jangan dikasih Coto makassar, kira-kira begitu ya," paparnya.

Disamping itu juga, sekolah yang mengarah pada pendidikan vokasi banyak dibangun, sehingga nantinya lulusan dari sekolah tersebut dapat siap bekerja di IKN maupun di tempat lainnya.

"Nanti disesuaikan dengan kebutuhan industri pasar. Pembangunan IKN itu kan sampai tahun 2045, kita lihat peluangnya seperti apa," katanya.

Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara di bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Alimuddin, M.Si. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara di bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Alimuddin, M.Si. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Meskipun demikian, pihaknya tetap mendahulukan warga lokal untuk bersaing, sehingga pihaknya melakukan akselerasi peningkatan mutu pendidikan di IKN termasuk para guru.

"Kita sedang berjalan membina ratusan guru, untuk ditingkatkan kualitasnya supaya bisa menyesuaikan sebuah perubahan begitu besar yang terjadi di IKN," pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar