PT Pertamina EP

Daur Ulang dan Bebaskan Laut dari Sampah Botol Plastik, Local Hero Pertamina EP Tarakan Field Terima Penghargaan KLHK

lihat foto
Habir, Seorang Local Hero pada program CSR Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membebaskan laut dari sampah botol plastik. Foto: HO/PT PEP
Habir, Seorang Local Hero pada program CSR Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membebaskan laut dari sampah botol plastik. Foto: HO/PT PEP
Kelompok daur ulang botol plastik yang digagas Habir mendapatkan dukungan peralatan dari PEP Tarakan Field untuk proses daur ulang botol plastik.

"Sekarang masyarakat tidak lagi membuang botol plastik sembarangan. Mereka menjual botol plastik bekas pakai itu kepada kami untuk didaur ulang," katanya.

Karena itu, dia memiliki slogan: “Terbuang menjadi Peluang, Peluang menjadi Uang”.

Sejak menggunakan pelampung hasil inovasi Program Akar Basah, sampah plastik di kampung Habir berkurang hingga 7,5 ton per tahun, dimana 6,8 ton di antaranya merupakan sampah plastik jenis PET. Kelompok Habir memperoleh rata-rata pendapatan hingga Rp175 juta per tahun.

Tak hanya itu, berkat adanya substitusi pelampung ramah lingkungan ini, para petani di sana diperkirakan berhasil mencapai efisiensi atau total penghematan hingga Rp 358,8 juta.

Saat ini Habir dan kelompoknya baru mampu memenuhi 30 persen kebutuhan botol plastik untuk pelampung dan media tanam rumput laut di sana.

"Kalau program ini banyak yang mereplikasi, tentu akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan para petani rumput laut,” ucapnya.

Habir (Kiri) Local Hero pada program CSR Pertamina EP (PEP) Tarakan Field, Foto: HO/PT PEP
Habir (Kiri) Local Hero pada program CSR Pertamina EP (PEP) Tarakan Field, Foto: HO/PT PEP

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan mengungkapkan bahwa prestasi di ajang Local Hero Inspirations Awards KLHK ini merupakan pengakuan pemerintah atas kinerja program pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat atau CSR PEP Tarakan Field.

"Perusahaan senantiasa berkomitmen menjalankan program TJSL yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat. Prestasi ini menunjukkan bahwa Program Akar Basah telah sejalan dengan langkah mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan, tujuan 12 tentang produksi dan konsumsi yang berkelanjutan dan tujuan 14 tentang ekosistem laut," kata Dony Indrawan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar