PT Pertamina EP

PT PEP Bunyu Field Kembangkan Inovasi Akar Pakis Mantap Betul, Jadi CSR Unggulan di Pulau Bunyu

lihat foto
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.
Program Mantap Betul telah berhasil meningkatkan pengetahuan tentang pertanian dan mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga dapat terbentuk 3 kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanah, KWT Msakada dan Karang Taruna Karya Muda yang kemudian melahirkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mekar Jaya.

Salah satu lokal hero pada program ini, Munsih, kini turut aktif membagikan pengetahuan pertanian hidroponik ke seluruh anggota kelompok.

“Awalnya kita hanya menanam bawang merah, namun dengan menggunakan akar pakis ternyata kami berhasil menanam tanaman lain juga seperti kol dan melon,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menjelaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai yang dinikmati bersama (creating shared value) serta mendukung mitigasi perubahan iklim dan penurunan emisi.

”Di Program Mantap Betul, pengelolaan akar pakis seberat 54,24 kg per tahun melalui inovasi Good Fern mampu menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 0,951 ton CO2eq dari pembakaran akar pakis yang sebelumnya dilakukan masyarakat. Serta dapat menghemat konsumsi air sebanyak 8.250 liter dan 400 kg pupuk setiap satu kali masa tanam,” kata Dony.

PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.

Menurutnya, pengelolaan akar pakis dalam program CSR ini menjadi solusi atas isu pemanfaatan lahan pertanian, keterbatasan sumber kegiatan produktif masyarakat, dan emisi karbon dari pembakaran akar pakis.

”Dengan program ini kami optimis bahwa lingkungan terjaga, masyarakat memperoleh sumber pendapatan, dan program pemerintah untuk ketahanan pangan dapat didukung dengan baik,” katanya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar