PT Pertamina EP

PT PEP Bunyu Field Kembangkan Inovasi Akar Pakis Mantap Betul, Jadi CSR Unggulan di Pulau Bunyu

lihat foto
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.

BorneoFlash.com, BUNYU – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mengembangkan inovasi akar pakis dalam produk Good Fern, yaitu media tanam berbahan dasar akar pakis untuk pertanian hidroponik dan organik, melalui Program Mantap Betul (Media Tanam Akar Pakis Untuk Bunyu Pertanian Unggul), sebuah program CSR unggulan yang dilaksanakan oleh PEP Bunyu Field.

Senior Manager Bunyu Field Andry Sehang menerangkan bahwa pemanfaatan akar pakis untuk media tanam merupakan hasil karya penelitian yang dilakukan oleh warga asli Bunyu yang kemudian didukung pengembangannya oleh PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara.

“Kami terus mendukung program pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan di Pulau Bunyu melalui Program CSR Butani atau Bunyu Ketahanan Pangan Mandiri yang mengintegrasikan program-program CSR PEP Bunyu Field, yaitu Program Mantap Betul, Program Kentungan Pak Abo, Program Bank Sampah Manise, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Wanita Usaha Mandiri, dan Program Kampung Herbal,” kata Andry.

PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mengembangkan inovasi akar pakis dalam produk Good Fern. Foto: HO/Pertamina EP.
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mengembangkan inovasi akar pakis dalam produk Good Fern. Foto: HO/Pertamina EP.

Menurutnya, pilihan perusahaan untuk mengembangkan inovasi akar pakis didasarkan pertimbangan bahwa tanaman pakis merupakan potensi lokal sebagai tanaman endemik yang banyak tersebar di daerah Kalimantan Utara, sehingga banyak tersedia bahan baku untuk menunjang program ini.

“Selain itu, akar pakis merupakan alternatif media tanam hidroponik dan organik yang tepat, serta memiliki unsur hara yang tinggi sehingga dapat mengurangi kebutuhan lahan pertanian dan air dibandingkan pertanian konvensional mengingat kondisi alam di wilayah ini,” ucap Andry.

Andry menerangkan bahwa secara ekonomi penghematan penggunaan air pada pertanian konvensional hingga Rp. 525.000,- untuk setiap satu kali masa tanam dan penghematan pupuk hingga 5 juta rupiah.

PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.
PEP Bunyu Field melalui program CSR dengan menyediakan lahan untuk hidroponik dan memberikan pelatihan kepada masyarakat di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Foto: HO/Pertamina EP.

Inovasi akar pakis ini sudah mendapat sertifikat paten sederhana, serta telah menoreh prestasi antara lain menjadi Juara Satu untuk Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Pemerintah Provinsi Kaltara pada tahun 2022 dan Juara Ketiga tingkat nasional di 2023 dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Sebelum dikembangkan pertanian hidroponik dan organik, menurut Andry, awalnya masyarakat Bunyu kurang tertarik dengan pertanian.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar