BorneoFlash.com, Tips Property - Membeli rumah pertama merupakan salah satu momen penting dalam hidup. Namun, prosesnya bisa jadi rumit dan membingungkan bagi pemula.
nah Sobat Borneo, Pembelian rumah pertama memerlukan banyak tahapan yang bisa membingungkan bagi orang awam. Bagi calon pembeli rumah pertama, simak poin-poin penting yang akan dibahas dalam artikel ini sebelum melanjutkan.17 Tips Saat Membeli Rumah Pertama Bagi
Cek Harga Pasaran Rumah di Area Tersebut:
- Melakukan riset dengan melihat listing iklan jual-beli rumah di lokasi yang diinginkan
- memeriksa harga terendah dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) di situs resmi Badan Pertanahan Nasional.
Tentukan Bekas atau Baru untuk Pembelian Rumah Pertama:
Mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan antara membeli rumah baru atau bekas.
Menghitung total keseluruhan, termasuk biaya renovasi dan pemeliharaan, jika memilih rumah bekas.
Ketahui Biaya Total Cicilan Per Bulan:
Memahami biaya KPR yang mencakup nominal pajak dan asuransi rumah.
Menanyakan kepada bank tentang perlindungan yang diberikan oleh asuransi.
Ketahui Harga Akhir yang Ingin Anda Bayarkan:
Menentukan harga akhir rumah untuk mengalokasikan budget pembelian rumah.
Mempertimbangkan negosiasi harga atau bonus promosi yang mungkin ditawarkan.
Mengetahui Kemampuan Cicilan:
Menghitung besar anggaran yang dialokasikan untuk cicilan rumah.
Menjaga agar pembayaran cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan.
Bertanya Kepada Agen Spesialis Area tentang Kondisi Pasar Properti:
Mendapatkan informasi dari agen spesialis area tentang kondisi pasar properti dan potensi investasi di masa depan.
Paham Akan Risikonya:
Memperhitungkan biaya tak terduga seperti perabot baru, perbaikan atap, dan perawatan lainnya.
Menyadari bahwa pembelian rumah pertama merupakan nvestasi jangka panjang.
Memperbaiki Reputasi Kredit:
Menyelesaikan masalah dengan bank dan memastikan riwayat kredit bersih sebelum mengajukan KPR.
Siapkan Dokumen Lengkap dan Ajukan KPR:
Menyiapkan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan bukti keuangan untuk pengajuan KPR.
Mengajukan permohonan KPR setelah semua dokumen terpenuhi.
Riset Mengenai Reputasi Pengembang atau Developer:
Mencari informasi tentang reputasi pengembang untuk memastikan kualitas proyek sebelumnya.
Bertanya kepada teman atau saudara yang pernah menggunakan jasa pengembang tersebut.
Tentukan Tipe Rumah yang Tepat:
Memilih tipe rumah sesuai dengan kebutuhan dan budget.
Menggunakan pertimbangan seperti jumlah anggota keluarga dan kebutuhan hunian.
Siapkan Dana untuk Material Bangunan dan Perabotan Rumah:
Menyiapkan dana untuk perabotan rumah selain dari dana pembelian rumah.
Mencicil pengisian perabotan rumah utama seperti kasur, kursi, dan meja.
Siapkan Biaya Lain-Lain dan Dana Darurat:
Menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan yang tidak terduga selama proses pembelian.
Memastikan ketersediaan dana cadangan dalam bentuk uang tunai.
Pastikan Rumah Bebas dari Hama:
Memastikan bahwa lokasi rumah pertama bebas dari hama yang dapat mengganggu kenyamanan.
Menghindari area-area yang cenderung memiliki masalah dengan hama.
Pastikan Rumah Sudah ada Air:
Air salah satu hal penting untuk memilih rumah, apakah air baku sudah ada dalam bentuk PDAM maupun WTP (Water treatment plant).
Penting mengetahui ketersediaan air maupun jalur air baku PDAM, menghindari area-area yang cenderung memiliki masalah dengan ketersediaan air.
Akses Keamanan Perumahan:
Salah satu hal penting adalah keamanan.
- Pertimbangkan biaya keamanan tambahan dan apakah akses jalan hanya melalui satu pintu gerbang atau dapat diakses masyarakat umum. Semakin terbuka, semakin tinggi risikonya.
Pengelolaan Limbah Sampah:
- Ketersediaan tempat sampah umum penting dalam memilih properti. Meskipun sepele, manajemen limbah rumah tangga adalah faktor pertimbangan yang wajib.
Biaya Beli Rumah Pertama
Uang Tanda Jadi
Memperhatikan besar uang tanda jadi yang ditentukan oleh pengembang atau penjual properti.
Membuat Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) untuk menetapkan jadwal pembayaran dan pelunasan.
Uang Muka
Melunasi uang muka setelah mendapatkan persetujuan akad kredit dari pihak bank.
Berhati-hati dalam mengatur waktu pembayaran uang muka agar sesuai dengan persetujuan bank.
Cari Tahu Harga Pasar
Melakukan riset harga pasar sebelum menyetujui harga rumah.
Mengecek listing properti di daerah yang sama untuk membandingkan harga.
Analisis Risiko Kredit
Menyediakan bukti keuangan sebagai persyaratan pengajuan KPR.
Melakukan analisis risiko kredit untuk mengukur kemampuan angsuran.
Akad Kredit
Melakukan akad kredit setelah semua syarat terpenuhi.
Memastikan mendapatkan Surat Pelunasan Utang dari bank dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti.
Penyangkalan:
- BorneoFlash.com menyajikan informasi yang bersifat umum dan informatif.
- Kami tidak bertanggung jawab atas keputusan pembaca berdasarkan informasi yang disajikan.
- Disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut sebelum membuat keputusan finansial atau properti.
- Kami tidak menjamin keakuratan informasi artikel ini dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari penggunaannya.
- Perlu dicatat bahwa artikel ini bukanlah nasihat profesional.
- Oleh karena itu, kami menyarankan pembaca untuk mencari saran profesional sebelum mengambil keputusan finansial atau properti.
- BorneoFlash.com tidak memiliki kewajiban terhadap klaim atau tuntutan yang mungkin timbul dari penggunaan informasi yang disajikan dalam artikel ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar