Berita Kabupaten Kutai Barat

HUT Ke-24, Kutai Barat Kembali Cetak Rekor Muri Dunia Kenakan Mawiq Gawaakng Terbanyak

lihat foto
Kutai Barat Kembali Mencetak Museum Rekor Dunia Indonesia memakai Anjat (Gawaakng), pada Acara Puncak Dangai Ehau (Dahau) di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.
Kutai Barat Kembali Mencetak Museum Rekor Dunia Indonesia memakai Anjat (Gawaakng), pada Acara Puncak Dangai Ehau (Dahau) 2023 di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Walaupun telah berkali-kali mencetak Rekor

Museum Rekor Indonesia

(MURI)

, Kutai Barat kini kembali meraih rekor dunia memakai Anjat (Gawaakng).

Pencapaian tersebut diberikan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Acara Puncak Dangai Ehau (Dahau) 2023 di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi.

Direktur Marketing MURI, Awang Rahargo menyebutkan bahwa dengan semangat kebanggaan nasional, Kutai Barat sendiri sudah kesekian kalinya menjadi Kabupaten Produktif mencetak Rekor Muri di Indonesia.

Dan dimana pada hari ini ada sebanyak 11.376 masyarakat yang mengenakan anjat khas Kutai Barat.

Puncak Acara Dangai Ehau (Dahau) Rekor MURI memakai Anjat (Gawaakng) di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.
Puncak Acara Dangai Ehau (Dahau) 2023 Tercatat Rekor MURI memakai Anjat (Gawaakng) di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.

Tentunya hari ini menjadi kado yang sangat istimewa dari Lembaga Pencatat Rekor Nasional Muri.

"Dan ijinkan Muri mengapresiasikan kembali peristiwa rekor superaktif pada hari ini yang dianugerahkan dengan bangga dan hormat atas nama warga masyarakat Kutai Barat dan hari ini akan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat Yakni Bupati FX Yapan atas peristiwa rekor memakai Gawaakng atau Anjat dengan peserta terbanyak yang tidak hanya di Indonesia tetapi dunia," kata Awang sebelum penyerahan piagam penghargaan diserahkan.


Sementara itu Bupati mengatakan bahwa Mawiq Gawaakng ini merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan.

Di Kutai Barat sendiri banyak ragam budaya dan objek wisata termasuk anjat yang menjadi identitas Kutai Barat yang harus dipertahankan hingga anak cucu kedepan.

"Alasan memilih anjat untuk rekor muri pada hari ulang tahun Kutai Barat ke 24 tahun ini karena pada tahun sebelumnya Seraung, Ulap, Mandau, Nyumpit dan lainnya sudah diraih dan pada HUT ini memilih anjat sebagai pemecah rekor muri terbanyak pada hari ini," kata FX Yapan dalam wawancara bersama awak media.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kutai Barat khususnya masyarakat di kampung agar terus melestarikan budaya atau ciri khas Kutai Barat termasuk rotan dan agar terus membudidayakannya.

Bupati Kutai Barat FX Yapan Bersama Forkopimda pada Acara Puncak Dangai Ehau (Dahau) 2023 di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.
Bupati Kutai Barat FX Yapan Bersama Forkopimda pada Acara Puncak Dangai Ehau (Dahau) 2023 di Lamin Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (05/11/2023) pagi. Foto: BorneoFlash.com/Lilis.

"Saya berpesan agar warga di kampung dapat terus mempertahankan supaya budidaya rotan tetap dipertahankan. Ini yang kita perlu kedepan dan lestarikan karena ini identitas kita Kutai Barat. Dan nanti kita melalui pariwisata mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan beragam budaya bahwa kutai barat memiliki banyak objek wisata baik alam maupun budaya," ucap Bupati.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar