Berita Balikpapan Terkini

Ini Upaya DPU Atasi Penanganan Banjir di Kota Balikpapan

lihat foto
(ki:ka) Kabid Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Nurlaili, Plh Kabid SDA DPU, Ida, Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita saat menggelar siaran pers bersama awak media di Ruang Rapat II Balai Kota Balikpapan, Senin (25/
(ki:ka) Kabid Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Nurlaili, Plh Kabid SDA DPU, Ida, Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita saat menggelar siaran pers bersama awak media di Ruang Rapat II Balai Kota Balikpapan, Senin (25/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Penanganan masalah banjir di Kota Balikpapan menjadi salah satu program prioritas Kepala Daerah.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempunyai langkah dalam melakukan penanganan banjir baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Rita mengatakan penanganan banjir dalam jangka pendek dengan melakukan normalisasi sungai atau saluran air atau bendali atau bozem secara berkala, pembersihan sedimen saluran dan bendali, pembangunan rumah pompa.

Untuk jangka menengah dengan mereboisasi lahan terbuka, menegakkan garis sempadan sungai dan merevitalisasi bendali Perumahan dan Bendali Kota Balikpapan.

Sedangkan untuk jangka panjang, yakni menormalisasi saluran berdasarkan master plan, membangun bangunan pengendali banjir, membuat crossing dan membuat saluran arah ke laut dan membuat jetty.

"Untuk Jetty kita sudah dapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui PUPR melalui BWF Kalimantan 4, di daerah Ampal arah Hilir samping BSB," jelas Rita saat menggelar siaran pers bersama awak media di Ruang Rapat II Balai Kota Balikpapan, Senin (25/9/2023).

Rita mengungkapkan Baseline titik banjir pada penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 sebanyak 81 titik.


"Jumlah titik banjir hingga tahun 2022 berjumlah 60 titik. Kita menargetkan hanya tersisa 16 titik banjir di akhir 2026," terangnya.

Saat menyusun Baseline titik banjir ada beberapa yang harus dilakukan berdasarkan setiap wilayah kecamatan.

Adapun upaya yang dilakukan dalam merencanakan pelaksanaannya dengan melakukan pengadaan tanah pada Bendali Wonorejo yang bertepatan di Kampung Timur, Gunung Samarinda, Kota Balikpapan. "Masih ada lahan yang berada pada area air genangan. Tahun ini kita sudah bayar seluruh pengadaan tanah," imbuhnya.

Upaya lain dengan pengadaan lahan Bendali Ampal Hulu yang merupakan salah satu cara untuk menahan aliran air yang ada di daerah saluran primer Ampal.

Bendali Ampal Hulu mempunyai luasan kurang lebih 10 hektar, proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota, setelah selesai Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV baru akan membantu membangunkan bedali.

Kemudian, pembangunan bangunan Air Pengendali Banjir DAS AMPAL pada tahun 2022-2023. Pengadaan pompa pengendalian banjir saluran primer ampal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, juga melakukan upaya saluran tersier ampal kestari II, drainase jalan perintis batu ampar, drainase mt haryono depan living plaza, drainase ruhui rahayu, gorong-gorong puspoyudo, saluran sekunder strat III, saluran tersier malioboro, drainase RT.32 karang joang, drainase RT.34 sungai wain kelurahan karang joang, normalisasi saluran primer pandansari, saluran Masjid At-Thoriq, saluran primer somber.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar