Berita Balikpapan Terkini

Dialog Balikpapan Menyapa, Wali Kota Paparkan Program Kesehatan untuk Warga Balikpapan

zoom-inlihat foto
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Sarman dalam Balikpapan Menyapa di RSUD Beriman pada hari Selasa, 22 Agustus 2023.(Foto:BorneoFlash.com/Niken Sulastri).
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Sarman dalam Balikpapan Menyapa di RSUD Beriman pada hari Selasa, 22 Agustus 2023.(Foto:BorneoFlash.com/Niken Sulastri).

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menjadi salah satu narasumber pada dialog interaktif Balikpapan Menyapa dengan mengangkat tema Program Prioritas Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan, yang berlangsung di RSUD Beriman pada hari Selasa, 22 Agustus 2023.

Wali Kota bersama narasumber kedua yakni Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Sarman menyampaikan program Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan di bidang Kesehatan dengan pemberian iuran gratis BPJS Kesehatan kelas III bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

"Ini suatu kewajiban. Ini belum seberapa yang kami lakukan, karena ini masih sebagian kecil dari amanah pahlawan kita yang baru dilakukan," ucapnya.

Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh negara, untuk mensejahterakan masyarakat dibidang kesehatan melalui program BPJS Kesehatan. Pasalnya, hal ini sesuai amanat pembukaan UUD 1945.


Rahmad berharap kedepan seluruh warga Kota Balikpapan bisa menerima program BPJS Kesehatan gratis yang ditanggung oleh negara."Itu tujuan saya sebenarnya. Saya minta doa dan dukungannya," ungkapnya.

Keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkot Balikpapan, sehingga iuran gratis BPJS Kesehatan kelas III diberikan hanya kepada PBPU. "Kalau semua ini dialihkan ke kesehatan atau digratiskan kepada seluruh warga Balikpapan nanti tidak ada pembangunan di Kota Balikpapan. Nanti jadi masalah juga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan saat ini cakupan kepesertaan kesabaran BPJS Kesehatan di Kota Balikpapan mencapai 99,58 persen. Dengan artian ini mempercepat transformasi pelayanan kesehatan khususnya pilar pembiayaan kesehatan.

"Saat ini secara nasional setelah Pandemi, kita diminta bapak presiden melakukan percepatan transformasi sistem kesehatan yang terdiri dari enam pilar, dimana salah satu pilarnya adalah mempercepat mengatasi pembiayaan kesehatan. Alhamdulilah, di Balikpapan sudah berjalan sejak tahun 2021 melalui peraturan wali kota nomor 26 tahun 2021," paparnya.

Pihaknya juga bukan hanya meningkatkan kepesertaan saja, akan tetapi juga meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. "Bagaimana meningkatkan mutu di Balikpapan bisa terukur dengan peningkatan status terakreditasi rumah sakit," ucap Dio sapaan karibnya.

Rumah sakit di Balikpapan, puskesmas Mekar Sari dan puskesmas Karang Joang sudah mendapatkan status paripurna. "Artinya yang Bapak Wali Kota harapkan pemerataan layanan bisa terwujud. Semua ini merupakan syarat kerja sama dengan BPJS Kesehatan," imbuhnya.


Balikpapan juga meningkatkan prasarana rumah sakit dengan membangun rumah sakit umum Daerah di Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. "Mohon doa, karena jangan sampai pemilik kartu BPJS Kesehatan sudah 100 persen tetapi rumah sakitnya kurang. Jadi semua disinergikan dan berjalan cepat," terangnya.

RSUD Beriman yang merupakan milik Pemkot Balikpapan sudah memiliki fasilitas CT Scan, layanan jantung termasuk dokter spesialis. "Program ini kesempatan baik buat kita, sehingga Bapak Wali Kota bisa mengukur dan melihat semua di lapangan," katanya.

Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Sarman menyampaikan jika dilihat dari jumlah yang terdaftar dibanding jumlah kasus yang menggunakan BPJS Kesehatan kelas III terulang itu lebih dari yang terdaftar.

Misalnya yang terdaftar 190 ribu, kasus yang muncul di rumah sakit itu lebih dari 190 ribu, artinya banyak yang berulang meskipun yang tidak menggunakan juga ada.

Saat ini sudah sekitar 200 ribu jiwa warga Balikpapan yang mendapatkan BPJS Kelas III, dari kebijakan ini BPJS Kesehatan Balikpapan bisa mendapatkan penghargaan. "Atas capaian ini, kami bersama Bapak Sekda dan Ibu Kepala Dinas Kesehatan sudah menerima penghargaan dari Wakil Presiden RI, karena prestasi Kota Balikpapan yang sudah mencapai UHC," sebutnya.

Sebelum dialog dimulai, Wali Kota bersama Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, Direktur RSUD Balikpapan dan pejabat terkait meninjau, menyapa dan menanyakan langsung kepada pasien di RSUD.(*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar