BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Giat Jumat curhat Kapolda Kaltim menyasar kepada warga RT 29 Kelurahan Klandasan Ilir Kecamatan Balikpapan Kota.
Kali ini, kegiatan rutin yang diadakan setiap Jumat dipimpin Direktur Binmas Polda Kaltim, Kombes Pol Anggie Yulianto, mewakili Kapolda Kaltim, Irjen Pol Imam Sugianto. Didampingi, Kasubdit IV Renakta, AKBP Teguh Nugroho.
Dalam Jumat Curhat, Direktur Binmas Polda Kaltim membahas salah satunya mengenai eksploitasi anak. "Memang bagaimana pun pola pikir kami dari Polri dan instansi terkait di Pemerintah Daerah juga Kementerian lebih baik untuk penangkalan. Kami memberikan pencerahan-pencerahan," jelasnya kepada awak media usai kegiatan, pada hari Jumat (23/6/2023).
Sesungguhnya anak itu adalah hasil kasih sayang. Sebagai orang tua harus mengasuh dan merawat anak dengan baik, karena itu juga ada pertanggungjawaban di akhirat. Bahkan, jika salah mengasuh maka akan menyeret orang tua ke dalam neraka.
"Jangan sampai terjadi eksploitasi anak, baik itu mempekerjakan. Kami dengan Pemerintah daerah bersama-sama untuk membina," terangnya.
Eksplorasi anak terjadi dengan berbagai alasan, salah satunya untuk meningkatkan pendapatan di keluarga. Walaupun sebenarnya ada cara-cara lain untuk bisa memperbaiki perekonomian keluarga.
"Kami ada akomodir bapaknya, untuk melaksanakan latihan satpam dan kami carikan pekerjaan. Itu dalam rangka meningkatkan taraf hidup," ujarnya.
Sementara itu, Kasubdit IV Renakta, AKBP Teguh Nugroho mengungkapkan bahwa satu bulan lalu Polda Kaltim menangani kasus eksploitasi anak.
"Anak-anak dipaksa orang tua untuk jualan kerupuk dan tisu, yang ternyata digunakan untuk membeli narkotika atau untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Selain itu juga, Presiden RI Joko Widodo telah mendelegasikan kepada POLRI sebagai Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terkait perdagangan orang. Bukan hanya fokus perdagangan orang Indonesia ke luar negeri, tetapi juga fokus perdagangan didalam khususnya anak, karena anak sebagai aset bangsa.
Satgas untuk di Polda Kaltim dipimpin Wakapolda Kaltim. Dalam bulan ini, Polda Kaltim sudah menemukan 35 kasus terkait kasus perdagangan, dan yang melibatkan anak sebagai korban sebanyak 20 kasus, selebihnya dewasa.
"Dari beberapa kasus yang kita tangani ada modus dipekerjakan menjual tisu, ada yang jadi PSK dan kurir (narkoba,red)," jelasnya.
Kasus eksploitasi anak di Kaltim mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. "Ini seperti fenomena gunung es, jadi ketika kita telusuri sampai akar persoalan ternyata banyak," katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar