“Secara keseluruhan, nilai cost optimization mencapai USD 66,5 juta, atau 152% dari target yang telah dicanangkan pada tahun 2022," ungkap Chalid melalui siaran pers yang disampaikan pada hari Selasa (14/3/2023).
Chalid menambahkan bahwa Perusahaan senantiasa lakukan optimalisasi biaya di seluruh siklus bisnis perusahaan sehingga menghasilkan penghematan, dimana pencapaian tersebut diperoleh dari 20 inisiatif program yang masuk dalam kategori Cost Saving, Cost Avoidance, dan Revenue Growth.
Program yang mendapat The Best Collaborative Action Program dari Pertamina (Persero), dicapai melalui sinergi dan borderless operation Project LPG Lifting PHI dan Badak NGL, dengan inisiatif utama yakni inventori planning lifting dan monitoring LPG, serta negosiasi kontrak penjualan LPG.
Implementasi dari optimasi ini diperoleh dari hasil modifikasi plant kilang Badak NGL sehingga menghasilkan LPG yang dikomersilkan oleh PHI. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai inisiatif penghematan hingga USD 16,4 juta.
Selain itu, prestasi optimasi drilling dicapai melalui anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan 3 inovasi utama yakni optimasi arsitektur sumur, optidrill atau invasi pengeboran sumur re-entry, dan inovasi pengeboran sumur dengan menggunakan tubing swivel, optimasi Flowrate dan ECD, pemilihan dan perancangan pahat bor, serta aktivitas secara online, dengan pencapaian optimasi sebesar USD 57,98 juta. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar