Berita Pemkab Paser

Rakorda Kominfostaper se-Kaltim, Fahmi Fadli: Pemanfaatan Teknologi Wujudkan Pelayanan Prima dan Tata Pemerintahan yang Baik

lihat foto
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfostaper) se-Kalimantan Timur (Kaltim) 2023, Senin (13/3/2023). Foto: HO.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfostaper) se-Kalimantan Timur (Kaltim) 2023, Senin (13/3/2023). Foto: HO.

BorneoFlash.com, TANA PASER – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfostaper) se-Kalimantan Timur (Kaltim) 2023, Senin (13/3/2023), resmi dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Bupati Paser dr Fahmi Fadli.

Berlangsung di Kyriad Sadurengas Hotel, Rakorda yang digelar mengangkat tema

Sinergitas Transformasi Digital

Untuk Mendukung Implementasi E-Goverment dilaksanakan di Kabupaten Paser.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kegiatan yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Kaltim menghadirkan Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Kaltim sebagai peserta Rakorda.

Rakorda ini menghadirkan narasumber Direktur Pengelolaan Media Kementerian Kominfo RI Dr Norsidik Gunarjo SSos MSi, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) KemenPAN-RB RI Cahyono Tri Birowo.

Selain itu, penyelenggara kegiatan Rakorda Kominfostaper 2023 ini juga menghadirkan narasumber dari PT Telkom dan PT ICON+.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli. Foto: HO.
Bupati Paser dr Fahmi Fadli. Foto: HO.

Dalam sambutan Gubernur Kaltim Isran Noor, Bupati Paser dr Fahmi Fadli menyampaikan bahwa Rakorda merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mensinergikan dan menyelaraskan pelaksanaan program kegiatan Dinas Kominfo Kaltim dan kabupaten/kota.

“Sehingga dapat diperoleh hasil kinerja yang berkualitas dan akuntabel,” kata Fahmi Fadli.


Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kata Fahmi Fadli, memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital dan melindungi data, sistem dan transaksi elektronik.

“Namun tidak ingkari pula munculnya hal-hal baru yang bersifat negatif, utamanya upaya-upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab dalam membobol sistem informasi milik organisasi maupun individu,” ucapnya.

Serangan siber ini mengakibatkan kehidupan masyarakat akan terganggu. "Kemajuan teknologi tanpa aturan juga memungkinkan informasi penyesatan dan adu domba atau yang biasa disebut sebagai hoaks," jelasnya.

Hal ini menegaskan bahwa pengamanan menjadi hal yang wajib, berupa kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknik yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, penggantian, pencurian, atau kerusakan fisik pada sistem informasi.

Pada kesempatan itu disampaikan pula Sistem SPBE. Diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2018 antara lain penyelenggaraan pemerintah yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

“Ini dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada pengguna dengan prinsip kesinambungan, efektifitas, keterpaduan, efisiensi, akuntabilitas, interoperabilitas dan keamanan,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung implementasi SPBE berjalan dengan efektif dan efisien, perlu didukung dengan sarana dan sistem informasi yang memadai dan aman sesuai standar.


"Melalui Rakorda ini diharapkan dapat menyinkronkan sasaran program kegiatan baik pusat maupun daerah demi perkembangan, kemajuan dan meningkatkan pemanfaatan persandian dan keamanan informasi serta teknologi informasi," ucapnya.

Sebelumnya Kepala Diskominfo Kaltim H Muhammad Faisal SSos MSi menyampaikan bahwa indeks keterbukaan informasi publik pada 2022 menyatakan Kaltim berada di peringkat 8 nasional atau masuk 10 besar nasional.

Prestasi lainnya, kata Faisal, indeks literasi digital, Kaltim di peringkat 2 nasional dalam dua tahun terakhir. Kemudian indeks masyarakat digital peringkat 4 nasional.

Tak kalah membanggakan lainnya, yakni indeks kebebasan pers di Kaltim berada di peringkat 1 nasional pada 2022, sementara pada 2021 lalu menduduki posisi ketiga.

“Membanggakan sekali indeks kebebasan pers. Wartawan sudah cukup baik dan cukup bagus, kompetensi sudah bagus dan hubungan dengan Diskominfo sudah cukup bagus,” kata Faisal.

Rakorda ini, lanjut Faisal, juga dirangkaikan dengan kunjungan peserta dari Kabupaten/kota se-Kaltim ke Dinas Kominfostaper Kabupaten Paser. Karena Dinas Kominfostaper sudah cukup maju dan bisa ditiru oleh Dinas Kominfo kabupaten/kota lainnya.

Pasalnya, dalam rangka mewujudkan visi misi Kabupaten Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS), Bupati Paser dr Fahmi Fadli sangat menaruh perhatian besar pada pemanfaatan teknologi untuk penyelenggaraan pelayanan prima dan tata kelola pemerintahan yang baik. (Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar