Berita Kalimantan Timur

Kanwil V Dukung Perekonomian Regional Serta Fiskal Kaltim Melalui Upaya Persaingan Usaha yang Sehat 

zoom-inlihat foto
Kepala Kanwil V pada pertemuan Asset Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Regional Kalimantan Timur, yang diselenggarakan oleh Kantor Regional di lingkungan Kementerian Keuangan RI di GKN Balikpapan, Selasa (28/2/2023) Lalu. Foto: BorneoFlash.c
Kepala Kanwil V pada pertemuan Asset Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Regional Kalimantan Timur, yang diselenggarakan oleh Kantor Regional di lingkungan Kementerian Keuangan RI di GKN Balikpapan, Selasa (28/2/2023) Lalu. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Hal ini ditekankan Kepala Kanwil V pada pertemuan Asset Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Regional Kalimantan Timur (kaltim), yang diselenggarakan oleh Kantor Regional di lingkungan Kementerian Keuangan RI di Gedung Keuangan Negara (GKN) Balikpapan, Selasa (28/2/2023) Lalu.

Agenda ini menghadirkan para narasumber seperti Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Sektoral, Staf Ahli Bidang OBTI Kementerian Keuangan, Akademisi Univ. Mulawarman, Pimpinan Kanwil di lingkungan Kementerian Keuangan Regional Kaltim dan Kaltara, Kepala BPS Kaltim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia serta Kepala Perwakilan OJK. Menurut Kepala Kanwil V, aspek persaingan usaha yang sehat harus diperhatikan dalam pembangunan ekonomi regional.

Manaek SM Pasaribu menyampaikan bahwa KPPU dalam mengawal perekonomian di Indonesia, khususnya wilayah kerja Kanwil V KPPU selalu berpegang pada amanat UU No. 05 Tahun 1999 dan UU No. 20 Tahun 2008.

Pengawasan terhadap inflasi juga turut dilakukan seperti bergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan terlibat dalam Satgas kemitraan usaha di sektor peternakan dan inti plasma.

Beberapa kegiatan penegakan hukum dan advokasi yang telah dilakukan KPPU, telah berdampak pada perkembangan baik perekonomian masyarakat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga dapat dikatakan KPPU turut dalam menjaga iklim perekonomian di Indonesia, serta merupakan mitra strategis dalam mengawal perekonomian regional.

Pertemuan ini membahas perkembangan perekonomian regional di wilayah Kalimantan Timur dan Utara dimana berdasarkan indikator- indikatornya, bergerak ke arah positif.


Perkembangan positif dalam ekonomi regional Kaltim tidak terlepas dari kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin dilonggarkan, sehingga memberikan angin segar kepada pelaku ekonomi untuk beraktifitas.

Beberapa indikator positif diantaranya adalah tingkat pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2022 sebesar 4,48 persen, produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim tahun 2022 mencapai Rp 921,33 triliun serta tingkat inflasi pada bulan Januari 2023 mencapai 0,43 persen mtm.

"Perekonomian Indonesia masih sangat baik. Satu diantara beberapa negara yang di tahun 2022 sangat tinggi. Di Tengah ekonomi global, perekonomian Indonesia bisa tumbuh,"ujar Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sudarto.

Forum menggarisbawahi mengenai sektor pertambangan yang masih menjadi penggerak utama ekonomi Kalimantan, dan berharap agar hadirnya IKN dapat dimanfaatkan dengan mengakselerasi sektor lain sebagai motor penggerak pertumbuhan seperti sektor pariwisata dan perdagangan.

Sektor perdagangan masih ada permasalahan dimana kegiatan ekspor barang dari Kaltim harus melalui daerah lain baru dikirim ke luar negeri.

Aspek tingkat pengangguran turut menjadi perhatian, sebab tingginya PDRB di sektor pertambangan ternyata tidak mampu menyerap tenaga kerja, sehingga perlu terobosan agar tenaga kerja dapat disiapkan untuk dapat sesuai dengan kebutuhan di sektor pertambangan.


Kanwil V melihat pentingnya aspek persaingan usaha yang sehat di sektor pertambangan, karena umumnya sektor ini hanya ada sedikit pelaku usaha di dalamnya, sehingga kemampuan untuk menyerap tenaga kerja tidak akan sebesar sektor lain.

Persaingan usaha yang sehat akan memberikan kesempatan yang sama, meniadakan hambatan berusaha sehingga jumlah pelaku usaha yang masuk ke pasar semakin besar dan berpotensi menyerap tenaga kerja lebih maksimal.

Melalui iklim usaha yang sehat, Kanwil V percaya akan memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi regional dan pada aspek pendapatan dan belanja pemerintah yang semakin baik.

Pihak Kantor Wilayah Kemenkeu di Kaltim dan Kaltara memaparkan kinerja fiskal secara regional. Pagu belanja modal meningkat, dikarenakan adanya alokasi anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang mencapai Rp 22,9 triliun.

Realisasi APBN awal tahun 2023 relatif baik terlihat dari pendapatan negara hingga 23 Februari 2023 mencapai Rp 4.814,60 miliar, berasal dari pendapatan pajak sebesar Rp 4.517,59 miliar dan PNBP Rp 297,01 miliar. Penerimaan pajak dalam negeri Kalimantan Timur hingga 23 Februari 2023 mencapai Rp 4,19 triliun atau 13,33 persen dari target 2023 sebesar Rp 31,47 triliun, tumbuh 75,39 persen yoy.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar