Berita Kota Balikpapan

Pelajar SMP Negeri 8 Balikpapan Buat Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang

lihat foto
Pelajar SMP Negeri 8 Balikpapan dibantu oleh guru saat membuat POC, dengan memotong kulit pisang. Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Pelajar SMP Negeri 8 Balikpapan dibantu oleh guru saat membuat POC, dengan memotong kulit pisang. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Koordinator POKJA Kompos TIM Adiwiyata SMP Negeri 8 Balikpapan, Hj. Tri Puji Lestari mengajarkan kepada pelajar SMP Negeri 8 pengetahuan dan keterampilan baru, untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) sendiri.

Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair. POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi, sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman maupun kotoran hewan. Hal ini sangat membantu, dikala harga pupuk kimia yang kian melambung harganya.

"Dengan membuat pupuk organik cair sendiri, mengajarkan kepada pelajar pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan bagi mereka maupun siapa saja yang membutuhkan,” jelasnya, Selasa (24/1/2023).

Bahan utama POC adalah berasal dari kulit pisang. Dalam kulit pisang terkandung nutrisi alami seperti nitrogen, fosfor,kalium, dan magnesium. Nutrisi tersebut akan mudah diserap oleh tanaman ketika sudah terurai, sehingga sangat cocok untuk dijadikan pupuk organik cair (POC).


Kulit pisang ini diambil dari limbah kantin yang menjual pisang keju di SMP Negeri 8 Balikpapan. Dalam kulit pisang terkandung nutrisi alami seperti nitrogen, fosfor,kalium, dan magnesium. Nutrisi tersebut akan mudah diserap oleh tanaman ketika sudah terurai, sehingga sangat cocok untuk dijadikan pupuk organik cair (POC).

"Dengan begitu, dua hal baik sekaligus dapat dilakukan yaitu pemanfaatan sisa sampah organik dan pembuatan pupuk organik cair," ucapnya.

Proses pembuatan pupuk organik cair ini diawali dengan memilih kulit pisang yang tidak diperam dalam pematangannya atau matang secara alami.

Bahan yang dibutuhkan yaitu air yang tidak mengandung zat kimia, EM4, dan molase. Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam wadah yang kedap udara. Diamkan selama 3-4 hari sambil dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi.

"Jangan lupa untuk ditutup kembali agar proses fermentasi berlangsung dengan baik," terangnya.


Setelah 4 hari pupuk organik cair dapat digunakan dengan menyaringnya terlebih dahulu. Jika ingin menggunakan pupuk organik cair tersebut harus diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:5 pupuk organik cair dengan air yang tidak mengandung zat kimia.

Beragam manfaat pupuk organik cair (POC) yang berbahan utama kulit pisang antara lain adalah mencegah penyakit pada tanaman, menyuburkan tanaman, mencegah tanaman layu, membantu akar menyerap nutrisi, dan membuat tanaman cepat berbunga.

Salah seorang pelajar SMP Negeri 8 Balikpapan, Wibi Ruh Ramadhan mengatakan pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan digunakan di rumah, karena ibu memiliki banyak tanaman hias di rumah.

"Semoga hal ini dapat membuat ibu saya senang karena tanamannya cepat berbunga,” ujarnya saat membantu proses pembuatan pupuk organik cair (POC).

Harapannya tentu saja pupuk organik cair ini dapat dibuat dalam banyak, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk utama yang digunakan dalam proses pembibitan dan menjaga agar kondisi tanaman yang berada di lingkungan SMP Negeri 8 Balikpapan tetap subur dan memberi hasil bagi seluruh warga sekolah.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar