Berita Kota Balikpapan

Satpol PP Balikpapan Gencarkan Operasi Penertiban PMKS

lihat foto
Satpol PP Kota Balikpapan saat melakukan operasi penertiban Penyandang Masyarakat Kesejahteraan Sosial (PMKS), Minggu (6/11/2022). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Satpol PP Kota Balikpapan saat melakukan operasi penertiban Penyandang Masyarakat Kesejahteraan Sosial (PMKS), Minggu (6/11/2022). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan terus menggencarkan Operasi Penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Operasi Penertiban ini dilakukan satuan khusus, dibawah naungan Satpol PP, Tim satuan khusus dibentuk awal November 2022, dengan 21 personil yang bertugas menangani PMKS.

Kabid Linmas Satpol PP Kota Balikpapan Rizki Farnovan menyampaikan, operasi penertiban ini menyasar anak jalanan (anjal), gelandangan, pengemis, penjual tisu hingga badut yang sering melakukan aksi di persimpangan jalanan dan lampu-lampu merah.

Aksi tersebut bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu keindahan kota. Operasi penertiban yang dilakukan ini tidak mudah, karena sering terjadi kebocoran informasi sehingga jarang ketemu.

"Jadi ketika petugas keluar, nanti ada yang memberi informasi kepada mereka," ujarnya, Minggu (6/11/2022).


Pihaknya bertugas berdasarkan surat tugasnya yang berlaku hingga akhir tahun. Dalam operasi, ada yang melakukan perlawanan saat ditangkap dan ada yang membawa senjata tajam saat dirazia.

Dari 16 PMKS yang berhasil diamankan akan dikenakan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kemudian diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk dilakukan pembinaan agar tak mengulangi.

"Mereka yang terjaring akan kita kenakan sanksi Tipiring kemudian diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos)," terangnya.

PMKS terjaring yang bukan warga Kota Balikpapan akan di pulangkan ke kampung halamannya. Akan tetapi sebagian yang sudah dipulangkan, justru kembali lagi dan melakukan aksi serupa.

"Kami amankan rata-rata merupakan warga luar Kota Balikpapan. Mereka yang terjaring ini bukan hanya orang dewasa, melainkan juga banyak diantaranya anak-anak yang sengaja dibawa seperti dijadikan badut atau meminta-minta," ucapnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar