Masyarakat Kalimantan Timur umumnya, dan Kota Balikpapan khususnya sangat menghormati budaya ini. Ini juga mengandung filosofi, bahwa nenek moyang masyarakat Indonesia adalah pelaut.
“Artinya banggalah kita jadi bangsa Indonesia. Saya berharap festival ini tidak hanya dilaksanakan tahun ini saja. Tapi bisa dilaksanakan tahun-tahun berikutnya juga. Kami juga berencana mengadakan Kejuaraan Sandeq Segitiga di Balikpapan,” ungkapnya.
Sementara, Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik mengungkapkan, pihaknya telah mendiskusikan bersama Wali Kota Balikpapan dan Bupati Polewali Mandar terkait dua acara. Pertama penyambutan Perahu Sandeq, dan Festival Sandeq.
“Komunikasi kami dengan Wali Kota Balikpapan sangat bagus sekali. Terima kasih yang sudah memfasilitasi kami sejauh ini. Hingga kini semua berjalan baik,” katanya.
Semua skenario dan alternatif juga telah dikomunikasikan dengan tim Balikpapan dengan kepresidenan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kami dari Sulbar dan Polewali Mandar tentu akan mengawal agar teknis pelaksanaan sesuai alokasi waktu. Makanya akan kami lakukan juga gladi resik agar waktunya tidak meleset,” jelasnya.
Selain berterima kasih kepada Wali Kota Balikpapan, pihaknya yang bersama Polewali Mandar juga berhasil melakukan kolaborasi luar biasa. Menunjukkan pada dunia, pada Indonesia, bahwa Sandeq ini sebagai mahakarya maritim Indonesia.





