BorneoFlash.com, TANA PASER - Desa Krayan Bahagia, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, ada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi gula merah dan gula semut dari sari atau nira kelapa sawit.
Produk gula merah dan gula semut dari nira kelapa sawit ini diproduksi oleh Dadang. Warga Desa Krayan Bahagia sering menyapanya Mang Dadang.
Gula merah dan gula semut yang diproduksi Mang Dadang 100 persen menggunakan nira kelapa sawit.
Hal itu berawal dari Mang Dadang melihat proses replanting kebun kelapa sawit di desanya. Proses replanting itu dimulai beberapa tahun yang lalu.
Replanting adalah upaya peremajaan kebun sawit. Pohon kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif ditebang atau dimatikan, untuk kemudian ditanami bibit kelapa sawit kembali.
Pada saat proses penebangan pohon kelapa sawit, Mang Dadang menemukan air nira dari batang pohon sawit yang ditebang.
"Waktu itu saya merasa sayang kalau air nira dari batang kelapa sawit itu terbuang sia-sia, jadi saya coba kumpulkan dan saya pulang," kata Mang Dadang, Rabu (24/8/2022).
Sesampainya di rumah, lanjut Mang Dadang, nira kelapa sawit diolah dijadikan gula merah dan gula semut.
Kreativitas Mang Dadang memanfaatkan nira kelapa sawit yang di replanting menjadi gula merah dan gula semut menambah penghasilan keluarga Mang Dadang.
Gula semut kemasan 100 gram dibanderol dengan harga Rp 10.000/bungkus. Sedangkan gula merah kemasan 500 gram Rp 15.000/bungkus.
Sedangkan cita rasa, kata Mang Dadang, tidak kalah dari gula semut atau gula merah dari nira pohon aren.
Karena produksi gula merah dan gula semut memanfaatkan nira dari batang-batang kelapa sawit yang di replanting, sehingga produksinya bersifat tentatif.
"Untuk sementara ini istirahat produksi dulu, mengingat bahan baku (nira kelapa sawit) belum tersedia," ucapnya.
Terpisah, Kepala Desa Krayan Bahagia Iwan Himawan mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya-upaya warganya memajukan desa, utamanya di sektor UMKM.
"Memang untuk sementara Mang Dadang istirahat produk gula merah dan gula semut dari nira kelapa sawit. Selain produk itu, warga kami juga memproduksi piring dari lidi kelapa sawit. Usaha-usaha terbukti menambah pendapatan rumah tangga warga kami," kata Iwan Himawan menambahkan. (
Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar