Berita Pemkab Paser

UKM Paser8 Semakin Maju dengan Produk Kerajinan Anyaman Purun di Desa Tepian Batang

lihat foto
Destinasi Wisata Kerajinan Anyaman Purun di Desa Tepian Batang
Destinasi Wisata Kerajinan Anyaman Purun di Desa Tepian Batang

BorneoFlash.com, TANA PASER - Paser8 Kriya Purun adalah Kelompok Usaha Kecil (UKM) di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, yang memproduksi souvenir dan cinderamata khas Paser.

Merk produk Paser8 ini sudah memiliki toko onlinenya sendiri di Aplikasi Shopee, souvenir dan cinderamata khas Paser bisa juga dijumpai di salah satu gerai di Bandara Samarinda dan gerai di SMK Negeri 4 Tanah Grogot.

Tidak itu saja, Paser8 Kriya Purun juga bergabung dengan Komunitas IKN untuk memasarkan produknya, sehingga hasil kerajinan tradisional anyaman purun Paser8 sudah sampai ke Bontang dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Alhamdulillah setelah gabung dengan Komunitas IKN, produk souvenir dan cinderamata kita sudah mulai banyak yang pesan, terutama Bontang dan Kalteng," kata Alinda Rahman mewakili Paser8 Kriya Purun, Sabtu (16/7/2022).

Dirintis sejak tahun 2013, lanjut Alinda, Paser8 Kriya Purun berawal dari produk anyaman purun (rumput rawa). Seperti lanjung, tikar dan topi, yang dibuat warga Desa Tepian Batang.


"Waktu itu saya jalan ke rumah kerabat yang tak jauh dari rumah saya. Disana saya melihat mereka lanjung, tikar, topi dari anyaman purun. Saya pun tertarik dan belajar membuatnya," kenangnya.

Sambil belajar, Alinda meminta kerabatnya membuatkan tas dari anyaman purun, kemudian tas yang masih polos itu dia beri aksesoris tambahan untuk mempercantik tampilannya.

"Tas itu saya tawarkan ke semua kenalannya, kemudian lambat laun semakin banyak yang pesan," imbuh Alinda yang juga berprofesi sebagai guru di SMK Negeri Tanah Grogot.

Karena semakin berkembang, produk kerajinan anyaman purun diberi merek Paser8, mengingat pendirinya ada 8 orang dan rumahnya pun kebetulan nomor 8.

"Kami mulai merintis dengan 1 unit mesin jahit modal sendiri, kemudian Disnakertrans Paser membantu 2 unit mesin jahit lagi untuk menambah jumlah item yang diproduksi," ungkapnya.

Kemudian, Paser8 Kriya Purun ikut pelatihan Paser Craft yang digelar Disperindagkop UKM Paser, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Paser dan PT Buma.


Sejak saat itu, kata Alinda, bukan hanya design produk yang diinovasi lebih baik lagi, jenis item yang diproduksi pun bertambah.

“Setelah pelatihan semakin beragam produk yang kita buat. Seperti sandal, koper, kotak alat kecantikan, kotak tisu dan lainnya. Hasil produknya pun semakin halus dan cantik, bahkan kita sering dibantu memasarkan produk," ucapnya.

Pasca PT Buma tidak beroperasi lagi di Kabupaten Paser, dukungan terhadap produk UKM Paser menurut Alinda diambil alih PT Kideco Jaya Agung.

Seiring berkembang Paser8 Kriya Purun, kata Alinda, jumlah pengrajin anyaman purun di Desa Tepian Batang bertambah. Paser8 Kriya Purun bahkan melatih generasi muda untuk melestarikan produk tradisional khas Paser.

Meski pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi penjualan, namun tidak mempengaruhi antusias warga untuk menjadikan Desa Tepian Batang sebagai Destinasi Wisata kerajinan anyaman purun.

Sekarang Paser8 Kriya Purun sudah bisa memberi warna hitam ke bahan purun, sehingga anyaman bisa menghasilkan kombinasi motif dan warna yang lebih beragam dan berdaya saing.

"Item produk disesuaikan trend pasar, selalu giat memasarkan sendiri, aktif mengikuti event pameran untuk mendukung pembangunan Kabupaten Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS)," pungkasnya.

(Adv/Aas)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar