BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Balikpapan periode 2022-2026 resmi di nahkodai Muhammad Najib.
Terpilihnya Ketua DPC PA GMNI periode 2022-2027 berdasarkan pada Konferensi Cabang PA GMNI Kota Balikpapan yang berlangsung di Hotel Midtown, Balikpapan, Sabtu (18/06/2022).
Dihadiri, Ketua DPD dan Sekretaris PA GMNI Kalimantan Timur (Kaltim) Mis Heldy Zahri dan Yuniarto termasuk puluhan kader dan pengurus.
Muhammad Najib berkomitmen akan membawa organisasi yang dipimpinnya, untuk menjalankan visi dan misi tugas perjuangan selama lima tahun kedepan.
Tentunya, pelaksanaan tugas perjuangan akan menggunakan teori perjuangan Marhaenisme ajaran Bung Karno.
Diketahui ajaran Bung Karno melakukan penyusunan kekuatan dan penggunaan kekuatan sebagai tonggak perlawanan terhadap anti-kapitalisme, anti-kolonialisme, anti- elitisme dan anti-imperialisme yang muncul di Indonesia.
“PA GMNI Balikpapan bersama-sama kawal program pemerintah dan mengkritik kebijakan yang tidak pro ajaran marhaen,” jelasnya.
Bung Najib sapaan karibnya meminta kepada seluruh anggota bergerak untuk menangkal ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Selain itu, PA GMNI sebagai garda terdepan dalam membumikan Pancasila sebagai falsafah berbangsa dan bernegara Indonesia.
"Tugas kita untuk menghidupkan ideologi Pancasila supaya Pancasila bisa menjadi ideologi yang hidup, bekerja, menjadi tempat bersandar dalam menemukan solusi bernegara," serunya.
Tentunya dengan benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat ini, era keterbukaan informasi, memang sulit membendung narasi-narasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Jangan biarkan media sosial menipu dan menjelekan negara dan ideologi Pancasila. Kita jaga NKRI ini dengan ideologi Pancasila," tegas Bung Najib.
Mengingat pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur tentunya menjadi perhatian khusus, karena momentum perpindahan IKN sangat berdampak besar bagi Kota Balikpapan sebagai kota penyanggah dan beranda IKN.
“Tetap konsolidasikan PA GMNI agar bisa mengambil peran sesuai dengan latar belakangnya masing-masing. Semoga berjalan sesuai dengan tujuan awal perpindahan IKN," tutupnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar