BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Universitas Balikpapan, untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mahasiswi di Universitas Balikpapan, Sabtu (18/6/2022).
Di Awal pembahasan, Airlangga memaparkan perekonomian di Indonesia yang mengalami penurunan 3,69 persen akibat adanya Pandemi Covid-19. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh menjadi 4,7-5,2 persen.
"Ini menunjukan penanganan ekonomi maupun Covid-19 relatif Indonesia lebih baik dari berbagai negara lain di tingkat dunia maupun Asean," ujarnya.
Indonesia mempunyai pengalaman dalam pemulihan ekonomi maupun penanganan Covid-19, maka Presiden Joko Widodo diangkat menjadi bagian dari Global Crisis Response Group di bawah naungan PBB. "Group ini diminta untuk menyelesaikan berbagai persoalan," ucap Airlangga.
Tak hanya itu, Airlangga juga menjelaskan ketahanan pangan Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia cukup berbangga karena mampu memenuhi pangan sendiri.
Salah satunya, ketersediaan stok beras di Indonesia mencapai 7 Juta ton hingga akhir tahun. Tentunya, mengalami kenaikan dari tahun 2021 yang hanya mencapai 5 juta ton beras.
"Indonesia mempersiapkan untuk ekspor beras sebanyak 200 ribu ton. Ini pertama kalinya yang dilakukan Indonesia yang sebelumnya tiga tahun lalu pernah impor beras," ungkapnya.
Khusus Kalimantan sendiri, cukup banyak komoditas yang dihasilkan yakni batu bara, minyak dan gas bumi setra sawit, sehingga sangat berdampak ke daerah. Meski biaya hidup di seluruh dunia mengalami peningkatan, tapi di Indonesia tidak menaikkan karena makanan di Indonesia diberikan subsidi.
“Tahun ini diperkirakan pemberian subsidi pangan dan energi senilai Rp 424 triliun," imbuhnya.
Dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) tujuannya untuk menciptakan kota untuk semua dan penggerak ekonomi masa depan yang didorong dengan membangun Kota yang sustainable, green city, green energy and smart city.
Kaltim dan Kaltara memiliki potensial sumber daya alam yang melimpah dari aliran air sungai, seperti halnya Kaltara dengan sungai Kayan mampu menghasilkan energi air untuk listrik 10 -12 ribu MW.
Untuk itu, akademisi di kampus kampus di Kaltim dan Kaltara dapat berkontribusi dalam pembangunan IKN Nusantara, melalui pengembangan hydropower sebagai energi listrik berbahan air.
Keberadaan IKN Nusantara di Kabupaten PPU, Kaltim akan dibangun dengan mengedepan konsep energi hijau dan bersih. Sedangkan, Kaltara memiliki potensial hydropower yang dapat mendukung IKN baru.
Saat ini, kebutuhan listrik yang tinggi adanya di Jawa dan Sumatra, sehingga kalau untuk mentransmisi dari Kaltara ke Jawa harus ada pipa bawah laut dengan jarak sangat panjang.
Sehingga pemerintah mendorong yang dikembangkan industri masa depan green hydrogen sangat diperlukan.
"Energi ini bisa diambil dari Kaltara green hydrogen seperti LNG untuk dibawa ke berbagai daerah, tentu ini akan mendorong para pengusaha di bidang perkapalan seperti pak Rudi Mas'ud kalau diganti hydrogen tetap bisa berjaya tidak merubah. Ini yang kita dorong," serunya.
Pentingnya kampus-kampus di Kaltim Kaltara seperti Uniba dapat memiliki center of hydrogen karena hydrogen ini the next generation of oil and gas.
Karakternya sama seperti LNG, bisa ditransportirkan dalam bentuk gas atau cair tapi bahan bakunya air.
"Di Kaltim dan Kaltara rajanya airnya. Kalau diproduksi di Kaltara jadi the lowest cost of hydrogen di region Asia Pasifik. Jadi, ini sesuatu serius apalagi disini banyak insinyurnya. Jadi ini harus menjadi center. Potensi banyak yang bisa dikembangkan oleh Universitas Balikpapan," terangnya.
Sementara itu, Rektor Uniba Isradi Zainal mengatakan Universitas Balikpapan saat ini sedang melakukan pemetaan di tahun 2022-2024, untuk membangun infrastruktur yang identik dengan pembangunan SDM.
"Kami ingin pembangunan infrastruktur sejalan dengan pengembangan SDM," imbuhnya.
Isradi mengatakan jika kampusnya menjadi salah satu yang intens untuk mengisi yang dibutuhkan bagi pengembangan IKN.
Mengenai visi green, smart, sustainable, energi baru terbarukan, maka Uniba yang terdepan. Pasalnya, Uniba bekerjasama dengan persatuan Insinyur Indonesia dan asosiasi profesi lainnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada kunjungan ke Uniba juga menandatangani peresmian Gedung Fakultas Kedokteran Uniba.
Sedangkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan bantuan kepada Uniba yakni Program Penguatan Industri Melalui Optimalisasi Teknologi (Pinoti).
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar