7 Dampak Konsumsi Daging Merah Berlebih, Salah Satunya Cepat lelah

lihat foto
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BorneoFlash.com - Olahan daging merah memang menggiurkan. Namun, Anda perlu mewaspadai beberapa dampak konsumsi daging merah berlebih.

Daging merah memang memiliki kelebihannya tersendiri yang sulit ditolak. Rasa gurih dan kenyal dari daging memberi kenikmatan tersendiri.

Pada dasarnya, Dikutip dari Medical News Today, daging merah mengandung berbagai nutrisi, termasuk diantaranya protein, vitamin B-12, dan zat besi. Protein digunakan tubuh untuk membangun otot, tulang, dan jaringan. Sementara vitamin B-12 dan zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Namun, perlu diingat, konsumsi daging merah telah ditemukan sebagai salah satu faktor risiko berbagai penyakit kronis, termasuk di antaranya penyakit kardiovaskular. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori dan lemaknya yang tinggi.

Dampak Konsumsi Daging Merah Berlebih

Ada beberapa bahan terlalu banyak konsumsi daging merah yang perlu diketahui. Dengan mengetahui bahayanya, Anda bisa menetapkan batas konsumsi daging merah.

Berikut mengutip berbagai sumber.

  1. Keringat berlebih

Keringat berlebih merupakan salah satu dampak konsumsi daging merah berlebih yang paling sederhana.

Mengutip Insider, konsumsi terlalu banyak daging merah membuat tubuh harus mengerahkan energi untuk mencerna dan memproses makanan. Kondisi ini disebut dengan istilah thermogenesis yang bisa meningkatkan suhu tubuh. Efeknya, konsumsi daging merah membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat.

  1. Cepat lelah

Semua energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan berat seperti daging merah bisa memicu kelelahan dan rasa kantung.

Saat berusaha mencerna, tubuh akan memindahkan aliran darah ke usus untuk membantu proses tersebut. Hal ini berarti juga mengalihkan aliran darah dari area tubuh lain, termasuk otak. Hal inilah yang terkadang menimbulkan rasa pusing setelah makan banyak daging merah.


  1. Dehidrasi

Efek samping lainnya adalah dehidrasi. Proses mencerna makanan seperti daging membutuhkan banyak air, yang bisa membuat Anda dehidrasi.

  1. Tingkatkan risiko kanker dan kardiovaskular

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi daging merah dan olahan. Ditemukan bahwa asupan daging merah dan olahan dapat meningkatkan risiko kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular.

Para ahli merekomendasikan asupan daging dalam jumlah sedang untuk meminimalisasi risiko penyakit.

  1. Bau badan

Bau badan juga menjadi bahaya terlalu banyak makan daging merah.

Mengutip Bustle, sebuah studi yang dipublikasikan di Journal Chemical Senses menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi daging merah mengeluar bau tubuh yang kurang enak dibanding mereka yang mengkonsumsi makanan lain selain daging.

  1. Mengeraskan pembuluh darah

Mengutip Prevention, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menemukan senyawa dalam daging merah yang disebut karnitin dapat memicu aterosklerosis atau pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah.

Penelitian ini menemukan bahwa karnitin diubah menjadi senyawa yang merusak jantung, trimetilamina-N-oksida (TMAO), melalui bakteri di usus. Peningkatan kadar karnitin ditemukan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Meningkatkan risiko diabetes tipe-2

Meningkatnya risiko diabetes juga menjadi salah satu dampak konsumsi daging merah berlebih. Hal ini ditemukan dalam sebuah laporan yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.

"Secara khusus, sebanyak 3,5 ons daging merah atau 1,8 ons daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes masing-masing 19 persen dan 51 persen," ujar ahli endokrinologi, Dan Nadeu.

(

BorneoFlash.com/Berbagai Sumber)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar