BorneoFlash.com, TANA PASER - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot, terus berupaya mewujudkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi insan yang mandiri, kreatif, dan terampil.
Secara intens dan berkelanjutan, Rutan Tanah Grogot melakukan pembinaan kemandirian kepada WBP, salah satunya di bidang perikanan yaitu budidaya ikan lele yang beberapa waktu lalu telah dilakukan pemanenan, Jumat (11/3/2022) lalu.
Karutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah mengatakan, budidaya ikan lele hasilnya sangat menjanjikan dan perawatan juga sangat mudah.
"Selain perawatan yang sangat mudah, masa pemeliharaannya juga hanya memerlukan waktu 2 hingga 3 bulan," kata Doni.
Selain itu, dari pakannya juga mudah di akses dan nilai ekonominya cukup tinggi, serta budidaya ikan lele juga tidak membutuhkan lahan yang terlalu lebar.
"Ini sangat membantu warga binaan dalam menambah wawasan dan keterampilan baru di dunia wiraswasta di bidang perikanan," tambahnya.
Hingga kini, kata Doni, pihaknya sudah membangun sinergitas yang baik dengan Pemda Paser melalui dinas terkait, sehingga imbasnya suplai bibit ikan dapat terus terpenuhi dengan baik.
"Hasil dari penjualan ikan lele, akan diberikan kepada WBP sebagai premi atas usaha dan kerja keras mereka, disamping itu juga disetorkan kepada negara dalam bentuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP)," terangnya.
Sementara itu, petugas pembinaan kemandirian, Bahrun mengaku sangat senang dengan progres pembinaan di sektor perikanan ini.
Apalagi dalam setiap bulannya jumlah ikan yang diperoleh terus mengalami peningkatan.
"Baru 1 kolam terpal ikan lele, hasil panennya mencapai 200 kilogramnya, kita masih punya 3 kolam terpal dan 1 kolam tanah," tutup Bahrun.
(BorneoFlash.com/SAN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar