" Sudah sering kali memang kebanjiran, jadi warga disini itu sudah punya persiapan sudah jaga-jaga kalau musim hujan. Jadi barang-barang mereka dinaikan memang diatas loteng. Selain itu juga mereka punya perahu untuk beraktivitas," jelasnya.
Selain Kampung Muara Batuq, sejumlah Kampung lainnya juga masih terendam banjir. Diantaranya Kampung Muara Batuq, Kampung Uping, dan Muara Jawa Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
Banjir di Kampung tersebut sempat surut namun kembali naik setelah hujan deras pada Senin malam (7/3/2022).
Debit ketinggian banjir di empat Kampung tersebut berkisar antara 20 Cm hingga 30 Cm.
"Semalam sudah sempat surut/turun airnya. Tetapi sekarang mulai naik lagi dan sudah merendam jalan kampung lagi," katanya.
Dia menjelaskan banjir yang terjadi akibat luapan air Sungai Batuq dan Sungai Muyub di kampung ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir.
Sehingga banjir tersebut merendam akses jalan kampung serta ketinggian air sempat masuk kedalam beberapa rumah warga.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar