Dengan telah ditemukannya jasad korban tersebut, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kubar yang diturunkan sebanyak 16 orang ini pun menghentikan upaya pencarian.
Dan pada Jumat pagi, tim TRC BPBD Kubar pun melanjutkan perjalanan untuk pulang kembali ke ibu kota kabupaten.
"Tim masih dalam perjalanan kembali ke ibu kota kabupaten, Sendawar. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kubar, terutamanya yang berada di pinggiran sungai. Agar selalu berhati-hati agar musibah seperti ini tidak kembali terjadi. Apalagi, saat ini diketahui air sudah mulai naik karena hujan, jadi mari kita saling mengingatkan dan juga waspada," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, pencarian korban ini sudah 3 hari dilakukan oleh tim gabungan dan belum mendapatkan hasil.
Dimana musibah yang dialami korban ini bermula saat korban Jihanul Akbar (6) bersama ibunya Kusmirah (40) dan kakaknya Villa Yellatri hendak membuang sampah di sungai tepatnya di rakit milik warga setempat yakni sdr. Sentit.
Sesampainya di lokasi, korban pergi menuju ke jamban yang berada di ujung rakit untuk mengikuti kakaknya yang sedang buang air besar.
Namun tiba-tiba datang arus air yang cukup deras dan mengakibatkan rakit tenggelam sehingga korban bersama sang kakak dan ibunya hanyut terbawa arus air sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Sementara itu dua orang saksi yang tidak jauh dari tempat kejadian pun segera menolong para korban dengan menggunakan perahu ketinting. Namun nahas, korban atas nama JA sudah tidak terlihat saat kejadian tersebut.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar