Berita Kabupaten Kutai Barat

Berhasil Ditemukan, Bocah Usia 6 Tahun Yang Terseret Arus Sungai

zoom-inlihat foto
Proses evakuasi jasad korban yang ditemukan dan langsung dibawa menuju rumah duka keluarga korban. Foto : HO/Pusdalops BPBD Kubar.
Proses evakuasi jasad korban yang ditemukan dan langsung dibawa menuju rumah duka keluarga korban. Foto : HO/Pusdalops BPBD Kubar.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Pencarian korban yang terseret arus sungai dan masih berusia 6 tahun yakni Jihadul Akbar warga Kampung Jerang Dayak, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akhirnya dihentikan.

Setelah tim gabungan yang bersama-sama warga setempat berhasil menemukan korban yang telah meninggal dunia ini pada Kamis (27/1/2022) sekitar pukul 21.00 malam hari.

Lokasi penemuan jasad korban ini cukup jauh, sekitar 1 km dari lokasi kejadian karena terseret arus sungai. Dimana saat ditemukan oleh warga, jasad korban dalam kondisi terapung.

Sehingga warga langsung menghubungi tim gabungan untuk bisa segera mengevakuasi jasad korban tersebut.

"Ditemukan oleh warga setempat, pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 - 22.00," kata Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, Erwin Sutanto yang dikonfirmasi pada Jumat (28/1/2022).

Dijelaskannya, usai mendapat informasi ditemukannya korban, tim menggunakan perahu karet yang dipakai selama pencarian untuk segera mengevakuasi jasad korban.

Dimana jasad korban tenggelam ini sampai terseret arus sungai di kampung tetangga, yakni Jerang Melayu, Kecamatan Muara Pahu.

"Kondisi jasad korban saat itu terapung mengikuti arus sungai, sampai menuju kampung sebelahnya, Jerang Melayu. Tim gabungan pun langsung ke lokasi penemuan dan mengevakuasi jasad korban serta selanjutnya di bawa ke rumah duka keluarganya," terangnya.


Dengan telah ditemukannya jasad korban tersebut, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kubar yang diturunkan sebanyak 16 orang ini pun menghentikan upaya pencarian.

Dan pada Jumat pagi, tim TRC BPBD Kubar pun melanjutkan perjalanan untuk pulang kembali ke ibu kota kabupaten.

"Tim masih dalam perjalanan kembali ke ibu kota kabupaten, Sendawar. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kubar, terutamanya yang berada di pinggiran sungai. Agar selalu berhati-hati agar musibah seperti ini tidak kembali terjadi. Apalagi, saat ini diketahui air sudah mulai naik karena hujan, jadi mari kita saling mengingatkan dan juga waspada," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pencarian korban ini sudah 3 hari dilakukan oleh tim gabungan dan belum mendapatkan hasil.

Dimana musibah yang dialami korban ini bermula saat korban Jihanul Akbar (6) bersama ibunya Kusmirah (40) dan kakaknya Villa Yellatri hendak membuang sampah di sungai tepatnya di rakit milik warga setempat yakni sdr. Sentit.

Sesampainya di lokasi, korban pergi menuju ke jamban yang berada di ujung rakit untuk mengikuti kakaknya yang sedang buang air besar.

Namun tiba-tiba datang arus air yang cukup deras dan mengakibatkan rakit tenggelam sehingga korban bersama sang kakak dan ibunya hanyut terbawa arus air sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Sementara itu dua orang saksi yang tidak jauh dari tempat kejadian pun segera menolong para korban dengan menggunakan perahu ketinting. Namun nahas, korban atas nama JA sudah tidak terlihat saat kejadian tersebut.

(BorneoFlash.com/Lis)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar