Berita Kabupaten Kutai Barat

Tim Gabungan Perluas Lokasi Pencarian Korban Terseret Arus Sungai di Kubar

zoom-inlihat foto
Tim gabungan dari BPBD Kubar kembali melakukan pencarian korban sejak Rabu (26/1/2022) pagi dan sampai siang hari ini belum ditemukan. Foto : HO/Pusdalops BPBD Kubar.
Tim gabungan dari BPBD Kubar kembali melakukan pencarian korban sejak Rabu (26/1/2022) pagi dan sampai siang hari ini belum ditemukan. Foto : HO/Pusdalops BPBD Kubar.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Upaya pencarian korban JA (6) yang tenggelam dan terseret arus Sungai Kedang Pahu di Kampung Jerang Dayak, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada Selasa (25/1/2022) kemarin masih terus berlanjut.

Namun, proses pencarian yang berlangsung sejak Rabu (26/1/2022) pagi hingga siang hari tersebut sampai sekarang belum membuahkan hasil.

"Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar yang kita kirimkan untuk membantu pencarian masih belum mendapatkan hasil. Hingga sekarang tim gabungan terus berupaya maksimal," kata koordinator Pusdalops BPBD Kubar, Erwin pada Rabu (26/1/2022).

Dijelaskannya bahwa tim gabungan yang terdiri dari 3 orang anggota TNI, 2 orang anggota Polsek, 6 orang anggota BPBD Kubar dan belasan masyarakat setempat.

Masih berupaya menyisir area di sekitar lokasi kejadian dan bahkan menambah radius area pencarian hingga satu ( 1 ) km jauhnya.

"Dibantu dengan masyarakat setempat, tim gabungan memperluas area pencarian korban sampai 1 km jauhnya. Semoga secepatnya bisa ditemukan, kalau kendala yang dihadapi sampai saat ini tidak ada," jelasnya.


Diketahui sebelumnya, kejadian tenggelamnya seorang bocah usia 6 tahun ini bermula saat korban JA (6) bersama ibunya K (40) dan kakaknya VY hendak membuang sampah di sungai tepatnya di rakit milik warga setempat yakni sdr. Sentit.

Sesampainya di lokasi, korban pergi menuju ke jamban yang berada di ujung rakit untuk mengikuti kakaknya yang sedang buang air besar.

Namun tiba-tiba datang arus air yang cukup deras dan mengakibatkan rakit tenggelam sehingga korban bersama sang kakak dan ibunya hanyut terbawa arus air sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Sementara itu dua orang saksi yang tidak jauh dari tempat kejadian pun segera menolong para korban dengan menggunakan perahu ketinting.

Namun nahas, korban atas nama JA sudah tidak terlihat saat kejadian tersebut dan masih belum ditemukan hingga saat ini.

(BorneoFlash.com/Lis)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar